KTT ASEAN 2026 Soroti Ketahanan Bencana dan Keamanan Energi di Tengah Krisis Global

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Mei 2026, 15:45
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Logo Keketuaan ASEAN Filipina 2026. (ANTARA/HO-ASEAN Filipina 2026) Logo Keketuaan ASEAN Filipina 2026. (ANTARA/HO-ASEAN Filipina 2026) (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - Isu ketahanan kawasan dalam menghadapi bencana akan menjadi salah satu fokus utama dalam KTT ASEAN 2026 yang akan berlangsung di Cebu, Filipina.

Agenda ini mencerminkan komitmen bersama negara-negara anggota ASEAN untuk meningkatkan perlindungan masyarakat dari berbagai risiko bencana alam.

Pelaksana Tugas Sekretaris Kantor Komunikasi Presiden Filipina, Dave Gomez, menyampaikan bahwa negara-negara ASEAN telah menyepakati pendekatan kolaboratif guna memperkuat sistem penanganan bencana di kawasan.

"Negara-negara anggota ASEAN telah berkomitmen pada kerangka kerja kolaboratif yang meningkatkan sistem peringatan dini berbasis masyarakat, respons kemanusiaan yang cepat, dan dukungan bagi penduduk yang terkena dampak," kata Dave Gomez, Plt. Sekretaris Kantor Komunikasi Presiden Filipina.

Pernyataan tersebut disampaikan saat pembukaan Pusat Media Internasional ASEAN (IMC) 2026 di Museum Mactan World, Kota Lapu-Lapu, Filipina, Selasa, 5 Mei 2026.

Baca Juga: Menlu Sugiono Beberkan Alasan Prabowo Pulang Lebih Awal dari KTT ASEAN

Dalam keterangan resmi ASEAN yang dikutip pada Rabu, 6 Mei 2026, Gomez menjelaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan bencana alam, termasuk aktivitas vulkanik seperti letusan Gunung Mayon, tidak semakin memperburuk kondisi masyarakat rentan.

Sebaliknya, kerja sama tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya strategi ketahanan yang inklusif serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. telah menginstruksikan lembaga terkait untuk segera melakukan penanganan terhadap dampak letusan Gunung Mayon di Albay, termasuk pemeriksaan kondisi lapangan, pemberian layanan medis darurat, serta pelaksanaan operasi pembersihan di wilayah terdampak.

Pada Maret 2026, pemerintah Filipina juga mengajukan Kerangka Kerja Protokol Strategis Manila-ASEAN untuk Keadaan Darurat dan Transformasi Komprehensif atau Manila-ASPECT.

Inisiatif ini ditujukan untuk memperkuat respons bencana di kawasan ASEAN sekaligus meningkatkan koordinasi antarnegara.

Menteri Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan Filipina, Rex Gatchalian, menilai bahwa usulan tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat sistem penanganan bencana regional.

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat memimpin Pertemuan Dewan Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASCC) ke-35 di Kota Makati.

Kerangka Manila-ASPECT menawarkan pendekatan terpadu bagi negara-negara anggota ASEAN, termasuk dalam hal peningkatan interoperabilitas regional, pertukaran data, logistik, serta mekanisme lintas batas.

Baca Juga:Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN ke-48 di Filipina 7-8 Mei, Apa yang Dibahas?

Selain itu, kerangka tersebut juga menekankan pentingnya respons bencana yang berfokus pada masyarakat dan berbasis pada prinsip hak asasi.

Di sisi lain, isu keamanan energi juga menjadi perhatian penting dalam KTT ASEAN 2026. Hal ini tidak terlepas dari dampak kenaikan harga bahan bakar yang dirasakan kawasan Asia akibat konflik yang terjadi di Timur Tengah.

"Dengan adanya imbas ketegangan di Timur Tengah yang sangat membebani Asia, atas inisiatif Presiden Ferdinand R. Marcos Jr., para pemimpin telah memfokuskan kembali agenda untuk memasukkan diskusi tentang keamanan energi dan respons terpadu guna mengurangi dampak negatif di masing-masing negara anggota," kata Gatchalian.

(Sumber: Antara)

 

x|close