A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

PBB Desak Israel Bebaskan Aktivis Flotilla Gaza - Ntvnews.id

PBB Desak Israel Bebaskan Aktivis Flotilla Gaza

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Mei 2026, 08:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Gedung PBB di New York, Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu Agency/pri. Gedung PBB di New York, Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu Agency/pri. (Antara)

Ntvnews.id, New York - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak Israel segera membebaskan dua aktivis armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang ditahan saat berlayar menuju Jalur Gaza. PBB juga meminta dilakukan penyelidikan menyeluruh terkait dugaan penganiayaan terhadap para relawan tersebut.

Dua aktivis yang kini ditahan di penjara Ashkelon diketahui bernama Saif Abu Keshek, warga negara Spanyol, dan Thiago Avila asal Brasil. Mereka termasuk bagian dari puluhan aktivis dalam armada kemanusiaan yang dicegat pasukan Israel di perairan internasional dekat Yunani pada Kamis pekan lalu.

"Israel harus segera dan tanpa syarat membebaskan anggota Global Sumud Flotilla, Saif Abu Keshek dan Thiago Avila, yang ditahan di perairan internasional dan dibawa ke Israel di mana mereka terus ditahan tanpa dakwaan," ujar Juru Bicara Kantor Hak Asasi Manusia PBB, Thameen Al-Kheetan, seperti dikutip dari Newarabcom, Jumat, 8 Mei 2026.

Baca Juga: 2 Warga Singapura Jalani Isolasi dan Tes Virus Hantavirus

Al-Kheetan menegaskan misi kemanusiaan yang dijalankan para aktivis bukanlah tindakan kriminal. Menurutnya, solidaritas terhadap warga Palestina di Gaza serta upaya pengiriman bantuan kemanusiaan tidak seharusnya diperlakukan sebagai pelanggaran hukum.

Armada Global Sumud Flotilla diketahui berangkat dari Prancis, Spanyol, dan Italia dengan tujuan menembus blokade Israel dan mengirimkan bantuan ke Jalur Gaza yang masih dilanda perang.

Situasi semakin menjadi sorotan setelah pihak perwakilan kedua aktivis menuduh otoritas Israel melakukan penganiayaan fisik terhadap mereka selama masa penahanan. Sebagai bentuk protes, Abu Keshek dan Avila disebut telah menjalani aksi mogok makan selama enam hari terakhir.

Ilustrasi -- Kapal-kapal yang ikut terlibat dalam Global Sumud Flotilla untuk Gaza, Palestina. <b>(ANTARA)</b> Ilustrasi -- Kapal-kapal yang ikut terlibat dalam Global Sumud Flotilla untuk Gaza, Palestina. (ANTARA)

Menanggapi laporan tersebut, Al-Kheetan mengecam keras dugaan perlakuan buruk yang dialami kedua aktivis dan meminta pihak yang bertanggung jawab segera diproses hukum.

"Kami menyerukan diakhirinya penggunaan penahanan sewenang-wenang oleh Israel dan undang-undang terorisme yang didefinisikan secara luas dan samar, yang jelas tidak sesuai dengan hukum hak asasi manusia internasional," tegasnya.

Baca Juga: Mantan Kasat Narkoba Bima Kota Dibawa ke Bareskrim Terkait TPPU Narkoba

Di akhir pernyataannya, PBB kembali meminta Israel mengakhiri blokade terhadap Gaza dan membuka akses bantuan kemanusiaan bagi warga sipil di wilayah tersebut.

"Israel juga harus mengakhiri blokade terhadap Gaza, dan mengizinkan serta memfasilitasi masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Palestina yang terkepung, dalam jumlah yang cukup," pungkas Al-Kheetan.

x|close