TNI Kerahkan Pesawat Tempur dan Kapal Perang untuk Pengamanan KTT ASEAN di Filipina

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Mei 2026, 19:30
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Karo Humas dan Infohan Setjen Kemhan RI) Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait. ANTARA/HO-Biro Humas dan Ifohan Sekretariat Jenderal Kemhan RI/pri. Arsip foto - Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Karo Humas dan Infohan Setjen Kemhan RI) Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait. ANTARA/HO-Biro Humas dan Ifohan Sekretariat Jenderal Kemhan RI/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan pengerahan pesawat tempur dan kapal perang oleh TNI dalam pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Cebu, Filipina, merupakan bagian dari prosedur standar pengamanan VVIP dan bukan karena adanya ancaman khusus terhadap Presiden Prabowo Subianto maupun para kepala negara peserta.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan seluruh langkah pengamanan dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan operasi gabungan TNI dalam mendukung agenda internasional berskala tinggi.

“Jadi, kegiatan ini bukan didasarkan pada adanya ancaman atau potensi konflik tertentu yang secara spesifik ditujukan kepada presiden maupun kepala negara peserta KTT ASEAN,” kata Rico di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026.

Menurut Rico, dalam setiap agenda internasional penting, TNI wajib menerapkan standar pengamanan maksimal sesuai prosedur operasi yang berlaku. Langkah itu dilakukan untuk memastikan kemampuan respons cepat jika sewaktu-waktu terjadi situasi darurat selama kegiatan berlangsung.

Baca Juga: Di KTT ASEAN, Prabowo: Transisi Energi Kita Sedang Melaju dengan Kecepatan Penuh

“Ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan operasi gabungan dan pengamanan VVIP yang memang dirancang untuk menguji kesiapan personel, sistem komando, mobilitas, interoperabilitas antarmatra serta kemampuan respons cepat terhadap berbagai kemungkinan situasi,” jelas Rico.

Ia menambahkan, kondisi keamanan kawasan ASEAN saat ini masih dinilai kondusif. Meski demikian, TNI tetap menjaga kesiapan pengamanan secara optimal demi mendukung kelancaran agenda kenegaraan tersebut. Untuk mendukung operasi pengamanan, TNI telah menyiapkan berbagai alat utama sistem persenjataan (alutsista) di wilayah Sulawesi Selatan.

Dalam operasi itu, TNI mengerahkan tiga kapal perang yakni KRI Brawijaya, KRI Prabu Siliwangi, dan KRI RE Martadinata. Selain itu, disiapkan pula lima pesawat tempur F-16 Fighting Falcon serta satu pesawat angkut A400M yang digunakan untuk mendukung mobilisasi logistik dan personel pengamanan.

Baca Juga: Prabowo Hadiri Retreat KTT ASEAN ke-48 Bahas Ketahanan dan Masa Depan Kawasan

Rico memastikan seluruh langkah pengamanan tetap dilakukan secara profesional dengan berkoordinasi bersama negara penyelenggara.

“Seluruh kegiatan dilaksanakan secara terukur, profesional, dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta penghormatan terhadap kedaulatan negara sahabat,” ucap dia.

(Sumber: Antara)

x|close