Ntvnews.id, Jakarta - Sejumlah staf kapal pesiar Disney dilaporkan termasuk di antara 28 orang yang ditangkap dalam operasi besar terkait materi pornografi anak di Amerika Serikat.
Penangkapan tersebut dilakukan oleh dilakukan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) di Amerika Serikat dalam operasi penindakan terhadap materi eksploitasi seksual anak atau child sexual exploitation material (CSEM).
Melansir dari People, Sabtu, 9 Mei 2026, laporan media Variety dan 10 News menyebut bahwa operasi dilakukan terhadap delapan kapal pesiar yang berlabuh di San Diego pada periode 23 hingga 27 April.
Dalam operasi tersebut, petugas memeriksa dan mewawancarai sejumlah awak kapal dari berbagai negara. CBP menyebut mayoritas orang yang diamankan berasal dari Filipina. Dalam pernyataan, CBP mengungkapkan bahwa 27 dari 28 orang yang diperiksa diduga terlibat dalam aktivitas ilegal terkait pornografi anak.
Baca Juga: Mahasiswa Undip Divonis 1 Tahun Penjara atas Kasus Deepfake Pornografi
Dugaan pelanggaran tersebut mencakup kepemilikan materi eksploitasi seksual anak, penerimaan dan penyimpanan konten illegal, distribusi materi pornografi anak, dan penayangan serta pengangkutan konten terlarang.
Laporan media menyebut salah satu kapal yang diperiksa aparat adalah kapal milik Disney Cruise Line. Menanggapi kasus tersebut, pihak Disney Cruise Line menegaskan memiliki kebijakan tanpa toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran yang berkaitan dengan eksploitasi seksual anak.
Baca Juga: Yai Mim eks Dosen UIN Ditahan Polresta Malang Kota dalam Kasus Dugaan Pelecehan dan Pornografi
"Kami memiliki kebijakan tanpa toleransi untuk jenis perilaku ini dan sepenuhnya bekerja sama dengan penegak hukum. Meskipun sebagian besar individu ini bukan dari perusahaan pelayaran kami, mereka yang berasal dari perusahaan tersebut sudah tidak lagi bekerja di perusahaan ini," kata juru bicara Disney Cruise Line, dikutip dari People, Sabtu, 9 Mei 2026.
Salah satu penumpang kapal Disney Magic bernama Dharmi Mehta mengaku menyaksikan langsung proses penahanan sejumlah awak kapal oleh petugas. Ia bahkan merekam video saat aparat membawa beberapa kru kapal untuk diperiksa lebih lanjut.
"Baru setelah mereka membalikkan badan, Anda bisa membaca bagian belakangnya yang bertuliskan Bea Cukai dan Perbatasan, tetapi masih tertulis, Anda tahu, polisi atau petugas," kata kepada 10 News.
Ilustrasi ponsel (Freepik)