Ntvnews.id, Moskow - Ajudan Presiden Rusia Vladimir Putin, Yury Ushakov, menyatakan penyelesaian konflik Ukraina akan terus menemui jalan buntu apabila Kyiv tidak menarik pasukannya dari wilayah Donbas.
Dalam wawancara dengan program televisi “Moscow. Kremlin. Putin” yang dipandu Pavel Zarubin Ushakov mengatakan Moskow meyakini Ukraina pada akhirnya akan memahami bahwa penarikan pasukan dari Donbas tidak dapat dihindari.
“Selama Ukraina tidak mengambil langkah itu, kita bisa menjalani beberapa putaran lagi, bahkan puluhan putaran negosiasi, tetapi kita akan tetap berada di tempat yang sama,” ujar Ushakov, sebagaiman dikutip dari AFP, Senin, 11 Mei 2026.
“Mereka di Ukraina tahu bahwa hal itu perlu dilakukan dan pada akhirnya mereka juga akan melakukannya,” lanjutnya.
Menurut Ushakov, hingga kini pemerintah Ukraina masih menolak langkah tersebut karena mendapat dukungan dari negara-negara Eropa.
Baca Juga: Rusia Berlakukan Gencatan Senjata Hari Kemenangan, Ukraina Diminta Ikut Hentikan Serangan
Ia juga membantah anggapan bahwa Amerika Serikat mulai menjauh dari konflik Ukraina. Ushakov menegaskan Washington masih aktif memperhatikan perkembangan situasi.
“Saya tidak akan mengatakan Washington meninggalkan isu Ukraina. Kontak telepon aktif kami menjadi bukti hal itu,” katanya.
Ushakov turut menyinggung inisiatif Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait gencatan senjata yang menurutnya telah mendapat dukungan dari Rusia.
Ia menyebut upaya mewujudkan gencatan senjata pada 9-11 Mei dilakukan melalui negosiasi paralel antara Amerika Serikat, Rusia, dan Ukraina selama dua hari.
Arsip foto - Asap membubung ke langit di Kiev, Ukraina (27/2/2022). ANTARA/Xinhua/Lu Jinbo/aa. (Antara)
“Kesepakatan itu dicapai melalui negosiasi yang sulit. Selama dua hari kami melakukan pembicaraan melalui telepon dengan rekan-rekan Amerika, sementara mereka juga berkomunikasi dengan Kyiv,” ujarnya.
Selain itu, Ushakov mengkritik langkah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang secara satir disebut “mengizinkan” parade Hari Kemenangan di Moskow tetap berlangsung. Ia menilai tindakan tersebut tidak serius dan menyerupai “aksi badut”.
Baca Juga: Zelensky Keluhkan Fokus AS ke Iran, Bantuan Senjata untuk Ukraina Terganggu
Ushakov juga mengungkapkan bahwa utusan Presiden AS, Steven Witkoff dan Jared Kushner, diperkirakan akan segera mengunjungi Moskow guna melanjutkan dialog Rusia-AS terkait penyelesaian perang Ukraina.
Sejak perang pecah pada Februari 2022, Rusia dan Ukraina telah menjalani berbagai putaran perundingan damai, termasuk mediasi yang melibatkan Amerika Serikat pada awal 2026. Namun hingga kini belum ada terobosan berarti karena perbedaan mendasar mengenai status wilayah konflik.
Arsip - Bendera nasional Rusia terlihat di Kremlin, Moskow, Rusia, 6 Januari 2023. (ANTARA)