Ntvnews.id, Jakarta - Perdamaian dan waspada terhadap potensi penyusupan kelompok anarko diserukan pada peringatan Hari Solidaritas Internasional. Dalam momentum tersebut, sejumlah aktivis mahasiswa dan elemen kepemudaan yang di antaranya PSDK, mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga suasana damai, tertib, dan kondusif dalam setiap kegiatan penyampaian aspirasi maupun aksi refleksi kebangsaan.
Peringatan ini dinilai sebagai momentum penting untuk memperkuat persatuan nasional serta menumbuhkan kembali semangat gotong-royong dan kepedulian terhadap masa depan bangsa.
Oleh karena itu, seluruh peserta aksi maupun masyarakat diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh tindakan-tindakan yang mengarah pada kekerasan, vandalisme, maupun provokasi yang dapat mencederai tujuan penyampaian aspirasi.
Dalam pernyataannya, perwakilan aktivis, Surya juga mengingatkan adanya potensi keterlibatan kelompok tidak bertanggung jawab, termasuk oknum yang membawa paham anarko, yang kerap memanfaatkan momentum aksi publik untuk menciptakan kericuhan dan konflik dengan aparat maupun masyarakat.
“Mari kita juga waspada terhadap keterlibatan anarko yang selama ini turut serta dalam aksi-aksi dengan mahasiswa, buruh maupun elemen masyarakat lainnya, agar kita tidak terprovokasi dan melakukan aksi anarkis yang dapat merugikan kita semua” ujar Surya, Senin, 8 Juni 2026.
Ia juga mendorong seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan koordinasi selama kegiatan berlangsung, termasuk menjaga komunikasi yang baik antara peserta aksi, aparat keamanan, dan penyelenggara kegiatan agar situasi tetap aman dan terkendali.
“Kami mengajak seluruh mahasiswa dan masyarakat agar tetap fokus menyampaikan aspirasi secara damai dan bermartabat. Jangan memberi ruang bagi pihak-pihak yang ingin menunggangi gerakan rakyat dengan tindakan provokatif, perusakan fasilitas umum, ataupun kekerasan,” tutupnya.
Ilustrasi demo (Istimewa)