Trump: Gencatan Senjata Iran di Ambang Kritis

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mei 2026, 08:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Arsip - Presiden AS Donald Trump berbicara selama perayaan untuk menghormati para ibu militer di Ruang Timur Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat, pada 6 Mei 2026. ANTARA/Anadolu Agency/pri. Arsip - Presiden AS Donald Trump berbicara selama perayaan untuk menghormati para ibu militer di Ruang Timur Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat, pada 6 Mei 2026. ANTARA/Anadolu Agency/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa situasi gencatan senjata dengan Iran saat ini berada dalam kondisi yang sangat rapuh dan kritis. Ia juga tengah mempertimbangkan untuk mengaktifkan kembali pengawalan angkatan laut di Selat Hormuz sebagai bagian dari upaya mencapai kemenangan penuh dalam konflik tersebut.

Dilansir dari AFP, Selasa, 12 Mei 2026, di tengah tekanan domestik terkait dampak perang terhadap perekonomian AS, Trump memperingatkan bahwa penolakan Iran pada akhir pekan lalu terhadap tuntutan Washington membuat gencatan senjata yang sudah lemah menjadi semakin tidak stabil.

"Saya akan mengatakan itu adalah salah satu yang terlemah saat ini, berada dalam kondisi kritis," katanya kepada wartawan di Gedung Putih. "Saya akan mengatakan gencatan senjata berada dalam kondisi kritis."

Secara terpisah, Donald Trump juga menyampaikan kepada Fox News bahwa ia sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan kembali operasi pengawalan kapal AS yang melintasi Selat Hormuz, khususnya untuk pengiriman minyak dan barang dagang lainnya. Namun, ia menegaskan belum mengambil keputusan akhir terkait langkah tersebut.

Baca Juga: Trump Rilis Dokumen Rahasia UFO, Disebut Pengalihan Isu Kasus Epstein

Program tersebut, yang diberi nama Operation Freedom, sebelumnya diluncurkan pada 6 Mei tetapi dihentikan kurang dari dua hari kemudian.

Amerika Serikat sebelumnya telah mengajukan sejumlah syarat kepada Iran dengan fokus pada pembatasan dan pencegahan pengembangan program nuklir negara tersebut.

Pada akhir pekan lalu, Iran mengirimkan balasan usulan yang oleh Trump disebut sebagai "sampah." Meski demikian, ia menegaskan bahwa kebuntuan ini tidak akan membuat AS mundur dari konflik.

"Kita akan meraih kemenangan penuh," katanya. Ia juga menilai Iran tengah berharap AS akan lelah atau tertekan, namun ia menegaskan hal itu tidak akan terjadi.

Ketika ditanya soal kemungkinan kembali bernegosiasi, Donald Trump menyebut bahwa kepemimpinan Iran terbagi antara pihak moderat dan kelompok garis keras.

"Orang-orang gila ingin bertarung sampai akhir. Anda tahu, ini akan menjadi pertarungan yang sangat cepat."

x|close