Ntvnews.id, Beirut - Militer Israel dikabarkan masih mencari strategi efektif untuk menghadapi drone canggih milik Hizbullah yang aktivitasnya semakin meningkat di wilayah Lebanon selatan.
Drone berbasis serat optik yang digunakan Hizbullah disebut terus menjadi tantangan serius bagi pasukan Israel karena sulit dilacak maupun dicegat.
Stasiun penyiaran publik Israel, KAN, mengutip seorang pejabat militer yang identitasnya tidak disebutkan, melaporkan bahwa tentara Israel baru-baru ini mulai menerapkan “sistem penargetan cerdas” di Lebanon selatan guna mendeteksi dan mencegat drone tersebut.
Selain itu, laporan tersebut menyebutkan bahwa ratusan teropong malam jenis “Dagger” telah dibagikan kepada pasukan Israel untuk meningkatkan akurasi penembakan terhadap sasaran bergerak saat operasi malam.
Baca Juga: Jenazah Prajurit TNI Gugur di Lebanon Dipulangkan via Jakarta
Dilansir dari Anadolu Agency, Senin, 12 Mei 2026, drone serat optik Hizbullah kini dinilai menjadi tantangan operasional utama bagi tentara Israel di Lebanon selatan karena teknologi tersebut membuat drone lebih sulit terdeteksi sistem pertahanan konvensional.
Menurut laporan itu, drone-drone tersebut terus menyerang personel dan kendaraan militer Israel, sementara pihak Israel hingga kini disebut belum menemukan solusi efektif untuk mengatasinya.
Pada akhir April lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui bahwa rudal dan drone Hizbullah merupakan “dua ancaman besar” bagi negaranya.
Netanyahu bahkan disebut telah meminta para komandan militer Israel untuk segera mencari metode yang efektif guna menghadapi ancaman tersebut.
Orang-orang terlihat di jalan-jalan wilayah Dahieh setelah dimulainya gencatan senjata sementara selama 10 hari antara Israel dan Lebanon pada 17 April 2026 di Beirut, Lebanon. ANTARA/Houssam Shbaro/Anadolu/pri. (Antara)