Ntvnews.id, Washington - Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan bahwa virus Andes merupakan satu-satunya jenis Hantavirus yang dapat menular dari manusia ke manusia, meski proses penularannya disebut sangat sulit terjadi.
Direktur Divisi Kesehatan Migrasi Global CDC, David Fitter, menjelaskan hantavirus bukanlah patogen baru dan tidak mudah menyebar antarmanusia.
Menurut Fitter, jenis hantavirus yang ditemukan dalam wabah di kapal pesiar berbeda dengan strain yang selama ini ditemukan di Amerika Serikat.
"Dan hantavirus ini, yaitu virus Andes, adalah satu-satunya strain yang bisa menular antar-manusia, tetapi sekali lagi, penularannya sangat sulit melalui kontak dekat dengan cairan tubuh, pernapasan, berbagi barang pribadi secara intim, seperti sikat gigi, dan sebagainya. Jadi, ini sangat berbeda dengan virus pernapasan," jelas Fitter dalam konferensi pers di Washington, Senin, 11 Mei 2026.
Baca Juga: Prancis Konfirmasi Kasus Hantavirus Pertama
Sebelumnya, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat mengungkapkan satu dari 17 warga Amerika Serikat yang dievakuasi dari kapal pesiar lokasi wabah menunjukkan gejala ringan terpapar hantavirus. Sementara seorang lainnya dinyatakan positif terinfeksi varian Andes dari virus tersebut.
Media NBC News melaporkan pesawat yang membawa warga Amerika hasil evakuasi telah mendarat di Nebraska.
University of Nebraska Medical Center kemudian menyatakan satu orang dipastikan positif terinfeksi virus Andes, namun tidak menunjukkan gejala penyakit.
Wabah hantavirus sebelumnya dilaporkan terjadi di kapal pesiar Belanda MV Hondius yang berlayar dari Argentina menuju Cape Verde.
Baca Juga: Komisi Eropa Sebut Risiko Hantavirus bagi Masyarakat Eropa Masih Rendah
World Health Organization telah mengonfirmasi tujuh kasus infeksi hantavirus dalam wabah tersebut, dengan tiga di antaranya meninggal dunia. Pada Minggu (10/5), MV Hondius tiba di perairan Tenerife.
Hantavirus sendiri merupakan kelompok virus yang ditularkan kepada manusia melalui kontak dengan hewan pengerat. Infeksi virus ini dapat menyebabkan demam berdarah dengan sindrom ginjal maupun sindrom paru-paru hantavirus.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Sampel Hantavirus di Ankara, Turki, pada Rabu (6/5/2026). ANTARA/Anadolu Agency/pri. (Antara)