Ntvnews.id, Palembang - Rumah Sakit Bhayangkara Palembang menyatakan dua korban selamat dalam kecelakaan bus ALS dan truk tangki di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, berada dalam kondisi stabil setelah menjalani operasi pembersihan jaringan rusak akibat luka bakar.
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Palembang Komisaris Besar Polisi dr. Budi Susanto di Palembang, Selasa, 12 Mei 2026, mengatakan kedua korban yakni Ngadiono dan Jumiatun saat ini masih menjalani perawatan intensif serta pemantauan medis lanjutan.
“Adapun operasi yang dilakukan adalah pengangkatan jaringan yang rusak atau yang sudah mati di bagian-bagian tubuh yang terpapar akibat luka bakar. Juga di situ kita membersihkan kotoran-kotoran yang masih tersisa atau menempel di bagian-bagian tubuhnya,” katanya.
Ia menjelaskan kondisi Ngadiono menunjukkan perkembangan yang cukup baik.
Baca Juga: Korban Tewas Kecelakaan Bus ALS di Muratara Bertambah Jadi 17 Orang
Luas luka bakar yang dialami korban kini berkurang menjadi sekitar 30 persen dan direncanakan segera dipindahkan ke ruang rawat bedah biasa.
Sementara itu, kondisi Jumiatun disebut lebih berat karena mengalami trauma inhalasi akibat menghirup asap saat kejadian dan masih menggunakan alat bantu napas di ruang ICU.
Selain mengalami luka bakar, korban juga mengalami kerusakan jaringan saraf, tulang, dan tendon pada delapan jari tangan kanan maupun kiri.
“Dari gambaran, ini kiri kanan ya. Jadi, kanan sekitar empat jari, yang kiri empat jari. Dari telunjuk sampai jari kelingking, itu yang terbakar habis sehingga jaringannya rusak, tulang-tulangnya juga rusak,” jelasnya.
Tim medis saat ini masih terus melakukan observasi terhadap kondisi jari korban yang kemungkinan harus menjalani amputasi akibat kerusakan jaringan yang cukup parah.
Baca Juga: Bobby Nasution Pastikan Penanganan Korban Bus ALS hingga Pemulangan
Di sisi lain, Rumah Sakit Bhayangkara Palembang juga masih melanjutkan proses identifikasi terhadap 17 kantong jenazah korban meninggal dunia dalam kecelakaan bus ALS tersebut.
Pihak rumah sakit menyebut hasil identifikasi resmi baru dapat diumumkan setelah hasil uji DNA selesai dilakukan dan diperkirakan keluar pada Rabu, 13 Mei 2026.
“Keluarga kita minta bersabar, juga rekan-rekan media juga bersabar. Kita agar jangan salah memberikan statement ya karena ini kan terkait satu identitas yang harus kita berikan secara valid dan bisa dipertanggungjawabkan,” kata Budi.
(Sumber: Antara)
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Palembang Kombes Polisi dr. Budi Susanto. ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri (Antara)