China Bantah Tuduhan Netanyahu soal Sokong Produksi Rudal ke Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mei 2026, 07:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun. ANTARA/Desca Lidya Natalia. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun. ANTARA/Desca Lidya Natalia. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah China membantah tegas pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menuduh Beijing memberikan dukungan kepada Iran dalam produksi rudal. Otoritas China menegaskan klaim tersebut tidak memiliki dasar fakta.

“Kami menolak tuduhan yang tidak berdasar pada fakta,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun kepada wartawan di Beijing, sebagaimana dilansir daro Anadolu, Rabu, 13 Mei 2026.

Pernyataan itu disampaikan Guo sebagai respons atas komentar Netanyahu yang menyebut China “memberikan dukungan kepada Iran untuk beberapa bagian spesifik dalam produksi rudal”.

Guo menegaskan bahwa China secara konsisten berkomitmen mendukung upaya perdamaian untuk mengakhiri konflik di kawasan Timur Tengah.

“Kami telah menjelaskan posisi China dalam beberapa kesempatan. Sebagai negara besar yang bertanggung jawab, China selalu memenuhi kewajiban internasionalnya,” tegasnya.

Baca Juga: Jepang Tembakan Rudal di Dekat Taiwan, China Ngamuk

“Kami berkomitmen untuk mempromosikan de-eskalasi dan perundingan damai untuk mengakhiri konflik,” lanjut Guo.

Diketahui, Israel bersama Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone ke sejumlah target di Israel serta negara-negara Teluk yang menampung fasilitas militer AS.

Menurut otoritas Teheran, lebih dari 3.300 orang tewas dan puluhan ribu lainnya mengungsi akibat rangkaian serangan AS–Israel di wilayah Iran sejak akhir Februari.

Petugas kedaruratan bekerja di gedung yang terkena rudal Iran di Haifa, Israel, Senin (6/4/2026) <b>(Antara)</b> Petugas kedaruratan bekerja di gedung yang terkena rudal Iran di Haifa, Israel, Senin (6/4/2026) (Antara)

Di sisi lain, setidaknya 13 tentara AS dilaporkan tewas dan puluhan lainnya terluka akibat serangan balasan Iran di kawasan Teluk.

Konflik tersebut sempat mereda sejak 8 April setelah gencatan senjata antara AS dan Iran yang dimediasi Pakistan diumumkan oleh Presiden Donald Trump. Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tersebut tanpa batas waktu yang ditentukan.

Sebelumnya, AS juga menuduh China mendukung Iran dan menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah kilang minyak serta perusahaan citra satelit milik negara tersebut.

x|close