A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

AS Disebut Telah Habiskan Hampir 29 Miliar Dolar untuk Operasi Militer Lawan Iran - Ntvnews.id

AS Disebut Telah Habiskan Hampir 29 Miliar Dolar untuk Operasi Militer Lawan Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mei 2026, 08:20
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Serangan Israel dibantu AS ke Iran, Sabtu (28/2/2026). (ANTARA/X) Serangan Israel dibantu AS ke Iran, Sabtu (28/2/2026). (ANTARA/X) (Antara)

Ntvnews.id, Washington - Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan telah menghabiskan hampir 29 miliar dolar Amerika Serikat untuk mendanai operasi militer melawan Iran.

Jumlah tersebut setara sekitar Rp507 triliun dengan asumsi kurs Rp17.500 per dolar AS.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Menteri Perang sekaligus Kepala Keuangan AS Jules W. Hurst III dalam sidang Komite Anggaran Pertahanan DPR AS pada Selasa, 12 Mei 2026.

“Pada saat kesaksian sebelumnya, jumlahnya 25 miliar dolar AS. Namun tim gabungan staf dan pengawas anggaran terus memperbarui estimasi itu, dan sekarang kami perkirakan mendekati 29 miliar dolar AS. Hal ini karena biaya perbaikan dan penggantian peralatan, serta biaya operasional umum untuk menjaga pasukan di lapangan,” kata Hurst.

Baca Juga: UEA Diam-diam Serang Iran, Kilang Minyak di Pulau Lavan Dilaporkan Lumpuh

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran pecah sejak 28 Februari ketika Washington bersama Israel melancarkan serangan udara terhadap sejumlah target di Iran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan besar dan korban sipil.

Iran kemudian melancarkan serangan balasan yang memicu eskalasi konflik dan hampir mengganggu lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis pengiriman minyak dan gas alam cair dunia.

Situasi tersebut berdampak pada lonjakan harga energi global dan meningkatkan tekanan terhadap perekonomian dunia.

Sejak konflik berlangsung, pemerintahan Presiden Donald Trump memperluas operasi militernya dengan alasan menjaga stabilitas kawasan serta menekan kemampuan militer Iran.

Baca Juga: Iran Ultimatum AS: Terima Proposal 14 Poin atau Hadapi Kegagalan Total

Washington juga menegaskan bahwa operasi tersebut bertujuan melemahkan kapasitas militer dan ekonomi Teheran.

Hurst mengatakan biaya operasi diperkirakan akan terus bertambah seiring berlanjutnya konflik di kawasan.

Di sisi lain, pemerintah AS kini menghadapi tantangan fiskal yang semakin besar, sementara Kongres terus mendesak transparansi penggunaan anggaran pertahanan negara.

(Sumber: Antara)

x|close