A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

MenLH Jumhur Ajak Anak Muda Lawan Eco-Anxiety Lewat Program KELANA - Ntvnews.id

MenLH Jumhur Ajak Anak Muda Lawan Eco-Anxiety Lewat Program KELANA

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mei 2026, 11:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat Lundirkan Program KELANA Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat Lundirkan Program KELANA (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengajak generasi muda untuk mengubah kecemasan terhadap krisis lingkungan atau eco-anxiety menjadi aksi nyata melalui program KELANA (Kenali Lingkungan Bareng Anak Muda).

Ajakan itu disampaikan Jumhur saat meluncurkan program KELANA dan pemutaran film dokumenter "Menjaga Akar Negeri: Mangrove Indonesia untuk Dunia" di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.

Menurut Jumhur, pendekatan komunikasi lingkungan kepada generasi muda harus berubah dan lebih menyentuh pengalaman langsung di lapangan.

“Kami menyadari bahwa cara kita berkomunikasi tentang lingkungan harus berubah. KELANA (Kenali Lingkungan Bareng Anak Muda) dirancang bukan sebagai seminar yang membosankan di luar kelas atau di dalam kelas. KELANA adalah media pembelajaran transformatif,” ujar Jumhur.

Baca Juga: Pramono Hadiri Peringatan Keuskupan Agung Jakarta ke-219, Ajak Warga Jaga Kerukunan dan Lingkungan

Ia menjelaskan program tersebut mendorong mahasiswa dan pelajar untuk terlibat langsung memahami kondisi lingkungan, berdialog dengan masyarakat pesisir, hingga menciptakan solusi kreatif.

“Kami ingin para mahasiswa dan pelajar melihat langsung: Turun ke lapangan untuk memahami bahwa satu bibit mangrove yang kalian tanam butuh perjuangan tahunan untuk bertahan hidup,” katanya.

Selain itu, peserta juga diajak memahami kearifan lokal masyarakat pesisir dan menjadi pembuat narasi kreatif mengenai isu lingkungan.

“Mendengar kearifan: Berdialog dengan komunitas pesisir yang hidupnya bergantung pada kelestarian ekosistem,” lanjutnya.

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat Lundirkan Program KELANA <b>(NTVnews)</b> Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat Lundirkan Program KELANA (NTVnews)

Jumhur menyoroti meningkatnya keresahan generasi muda terhadap kerusakan lingkungan yang dikenal sebagai eco-anxiety. Menurutnya, kecemasan itu harus diubah menjadi kekuatan untuk bergerak.

“Khusus untuk adik-adik mahasiswa dan pelajar, saya ingin bicara dari hati ke hati. Di pundak generasi kalian, isu lingkungan bukan lagi sekadar topik diskusi, melainkan sebuah tantangan. Banyak dari kalian mengalami eco-anxiety, sebuah kegelisahan kolektif, rasa sesak melihat degradasi alam yang tak terbendung,” ujarnya.

Namun ia meminta generasi muda tidak menyerah terhadap situasi tersebut.

“Namun saya ingin katakan, jangan biarkan kecemasan itu melumpuhkan kalian, jadikan ia titik berangkat,” tegas Jumhur.

Ia juga menyinggung tanggung jawab lintas generasi dalam menjaga bumi.

“Jadi kata kuncinya adalah kita bukan menerima warisan tentang dunia ini, tapi kita dititipkan dunia ini oleh generasi yang akan datang. Karena itu kita wajib memastikan kita menjaga bumi ini dengan sebaik-baiknya dari generasi ke generasi. No generation left behind. Tidak boleh ada generasi yang tertinggal,” katanya.

Baca Juga: APPMBGI Siap Kelola Limbah Program MBG Jadi Kompos dan Bioavtur Ramah Lingkungan

Menurut Jumhur, menjaga lingkungan harus dilandasi etika lingkungan yang memandang alam bukan sekadar objek eksploitasi.

“Kita harus beranjak dari cara pandang lama yang melihat alam hanya sebagai objek eksploitasi menuju kesadaran baru bahwa alam adalah subjek yang memiliki hak untuk lestari,” ujarnya.

Ia pun mengajak generasi muda menjadi “digital ambassadors” yang menyebarkan narasi harapan dan solusi terkait lingkungan hidup.

“Jadilah garda depan, jadilah digital ambassadors yang mengisi ruang siber bukan dengan keluhan, melainkan dengan narasi harapan dan solusi nyata,” kata Jumhur.

Lebih lanjut, Jumhur berharap program KELANA menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan kolaborasi pemerintah dan anak muda di berbagai daerah.

“Masa depan lingkungan hidup Indonesia tidak ditentukan oleh apa yang kita bicarakan hari ini, tapi oleh apa yang kita kerjakan saat ini,” pungkasnya.

TERKINI

Load More
x|close