Ideologi Yakuza Maneges, Gerakan Spiritual untuk “Santri Jalur Kiri”

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mei 2026, 14:16
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Organisasi Dakwah Yakuza Maneges Berdiri Organisasi Dakwah Yakuza Maneges Berdiri (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Nama Yakuza Maneges menjadi sorotan publik setelah komunitas tersebut dideklarasikan di Kota Kediri, Jawa Timur. Di bawah kepemimpinan Gus Thuba, gerakan ini hadir sebagai komunitas sosial dan spiritual yang membawa pendekatan dakwah inklusif dengan fokus merangkul kelompok masyarakat marginal.

Komunitas tersebut disebut terinspirasi dari ajaran ulama kharismatik asal Kediri, Gus Miek, terutama dalam cara memandang masyarakat yang selama ini kerap ditempatkan di pinggir kehidupan sosial.

Gus Thuba, yang memiliki nama lengkap Thuba Topo Broto Maneges, dikenal dekat dengan tradisi spiritualitas dan kultur pesantren. Ia meresmikan Yakuza Maneges sebagai gerakan yang dibangun di atas landasan ideologi tertentu, dengan sasaran utama masyarakat yang selama ini dianggap terbuang atau tersisih.

Baca Juga: Tuntut Tanggung Jawab, Ayu Aulia Bongkar Ciri-ciri Bupati R Disebut Beristri

Peresmian komunitas itu turut dihadiri oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, yang memberikan sambutan atas lahirnya organisasi tersebut.

Secara ideologis, hubungan Gus Thuba dengan Gus Miek disebut berakar pada kesamaan cara pandang dalam berdakwah. Pendekatan yang diwarisi Gus Thuba menempatkan kelompok yang kerap dicap sebagai “nakal”, “preman”, atau “terbuang” bukan sebagai pihak yang harus dihakimi, melainkan dirangkul dan diberdayakan.

Dari sudut pandang itu, Yakuza Maneges dibentuk untuk menjadi ruang bagi mereka yang ingin kembali memperbaiki diri. Gus Thuba menyebut kelompok tersebut sebagai “santri jalur kiri”, yakni orang-orang yang pernah berada di jalan yang salah namun masih memiliki keinginan untuk berubah.

"Di bawah pimpinan saya, organisasi ini berdiri dengan semangat spiritual dan kemanusiaan yang kuat. Yakuza Maneges merupakan tempat bagi saudara-saudara kita yang sering kita sebut sebagai santri jalur kiri," jelas Gus Thuba dalam sambutannya, Sabtu (9/5/2026).

Baca Juga: Pengadilan AS Izinkan Sementara Tarif Impor Global 10 Persen Trump Berlaku

Menurut Gus Thuba, istilah “santri jalur kiri” merujuk pada individu yang pernah tersesat, terjerumus dalam kesalahan, atau hidup di lingkungan yang keras, tetapi memiliki niat untuk kembali ke jalan yang benar.

Pemilihan nama “Yakuza” sendiri menjadi bagian yang paling banyak memantik perhatian publik. Meski identik dengan kelompok mafia Jepang, Gus Thuba menegaskan bahwa komunitas tersebut tidak mengadopsi gaya hidup kriminal seperti yang melekat pada citra Yakuza di Jepang.

Dalam konsep yang dibawanya, nama tersebut justru dimaknai sebagai simbol perlawanan terhadap sistem sosial yang dianggap meminggirkan rakyat kecil. Sementara kata “Maneges” diambil dari bahasa Jawa yang berarti jernih atau bening, menggambarkan sosok yang terlihat keras di luar namun memiliki kejernihan hati di dalam.

Ideologi Yakuza Maneges kemudian dibangun di atas tiga pilar utama, yakni inklusivitas, spiritualitas jalanan, dan solidaritas akar rumput. Ketiga prinsip itu menjadi dasar gerakan komunitas dalam menjalankan aktivitas sosial maupun pendekatan dakwah kepada masyarakat marginal.

x|close