Trump Tegaskan Netanyahu Harus Terima Kesepakatan Nuklir AS-Iran jika Tercapai

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jun 2026, 12:40
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Bendera Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py. Ilustrasi - Bendera Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Ntvnews.id, Istanbul - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa setiap kesepakatan nuklir yang berhasil dicapai antara Washington dan Teheran harus diterima oleh pemerintah Israel. Trump menekankan bahwa arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat merupakan kewenangan pemerintah AS dan tidak ditentukan oleh pihak lain, termasuk Israel.

Dalam wawancara melalui sambungan telepon dengan harian Financial Times yang berbasis di Inggris, Trump menanggapi kemungkinan keberatan dari Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu terhadap hasil negosiasi yang tengah berlangsung antara AS dan Iran.

"Dia tidak punya pilihan lain," kata Trump dalam wawancara melalui telepon dengan harian Financial Times yang berbasis di Inggris. "Saya yang menentukan. Saya yang menentukan semuanya. Bukan dia yang menentukan."

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan kawasan setelah Iran meluncurkan rudal balistik ke sejumlah target di Israel. Serangan itu disebut sebagai pelanggaran paling serius terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya dicapai pada awal April.

Sebelum wawancara dengan Financial Times, Trump juga menyampaikan kepada Fox News bahwa dirinya akan meminta Netanyahu untuk tidak melakukan serangan balasan terhadap Iran. Sejumlah laporan media, termasuk Axios dan media Israel, menyebutkan bahwa kedua pemimpin telah melakukan komunikasi melalui telepon untuk membahas perkembangan situasi tersebut.

Baca Juga: Trump Ancam Netanyahu Lewat Istri Agar Tak Lanjutkan Serangan ke Pinggiran Beirut

Meski ketegangan meningkat akibat serangan rudal Iran, Trump menegaskan bahwa proses diplomasi yang sedang berjalan tidak akan dihentikan. Ia menyatakan pemerintah AS tetap berkomitmen melanjutkan pembicaraan terkait program nuklir Iran.

"Ini (serangan rudal) tidak akan berdampak pada kesepakatan tersebut," ujarnya. "Kesepakatan itu bisa saja berhasil berdasarkan substansinya sendiri, atau tidak, namun serangan rudal itu tidak akan memengaruhinya."

Trump menambahkan bahwa apabila perundingan gagal mencapai hasil yang diharapkan, Washington memiliki sejumlah opsi yang dapat ditempuh, termasuk tindakan militer maupun peningkatan tekanan ekonomi terhadap Iran.

"Itu berarti mungkin kami akan masuk dan menyelesaikan bagian yang belum kami tangani secara militer," katanya, seraya menambahkan bahwa blokade ekonomi terbukti lebih merugikan dibandingkan serangan militer.

Baca Juga: Donald Trump Ancam Lanjutkan Serangan ke Iran

Serangan rudal Iran sendiri terjadi setelah Israel melancarkan sejumlah operasi militer terhadap berbagai sasaran di Lebanon. Aksi tersebut berlangsung meskipun sebelumnya telah beberapa kali dicapai kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat.

Salah satu serangan terbaru dilaporkan menyasar posisi Hizbullah di Beirut, ibu kota Lebanon, pada Minggu, 7 Juni 2026. Serangan tersebut kemudian memicu respons dari Iran melalui peluncuran rudal ke wilayah Israel.

Pemerintah Iran menegaskan bahwa terciptanya gencatan senjata permanen antara Israel dan pihak-pihak yang terlibat konflik di Lebanon merupakan syarat penting bagi kemajuan hubungan diplomatik dan kemungkinan tercapainya kesepakatan dengan Amerika Serikat. Situasi ini menunjukkan bahwa proses negosiasi nuklir masih sangat dipengaruhi oleh dinamika keamanan dan politik di kawasan Timur Tengah.

(Sumber: Antara)

x|close