Ntvnews.id, Tel Aviv - Kantor Perdana Menteri Israel mengklaim Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sempat melakukan kunjungan rahasia ke Uni Emirat Arab (UEA) untuk bertemu Presiden Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) pada awal berlangsungnya Operasi Roaring Lion terhadap Iran.
Operasi Roaring Lion diketahui merupakan operasi militer Israel bersama Amerika Serikat yang melancarkan serangan ke Iran sejak 28 Februari lalu dan memicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah hingga kini.
"Kunjungan ini menghasilkan terobosan bersejarah dalam hubungan antara Israel dan UEA," kata Kantor Perdana Menteri Israel.
Menurut laporan Jerusalem Post, Kepala Mossad David Barnea dan Kepala Shin Bet David Zini juga disebut beberapa kali mengunjungi UEA selama operasi militer berlangsung guna melakukan koordinasi terkait perang.
Dukungan terhadap kerja sama Israel dan UEA selama konflik turut disampaikan Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel Mike Huckabee. Pekan lalu, Huckabee menyebut Israel telah mengirim sistem pertahanan udara Iron Dome ke UEA guna membantu melindungi negara tersebut dari potensi serangan balasan Iran.
Baca Juga: Italia kecam serangan Israel ke Penjaga Perdamaian di Lebanon
Sementara itu, laporan The Wall Street Journal menyebut UEA diduga berada di balik sejumlah serangan terhadap aset Iran, termasuk serangan ke kilang minyak di Pulau Lavan pada awal April lalu.
Namun demikian, pemerintah UEA membantah seluruh laporan tersebut, termasuk isu kunjungan Netanyahu ke Abu Dhabi.
"Uni Emirat Arab membantah laporan yang beredar mengenai dugaan kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke UEA, atau penerimaan delegasi militer Israel di negara ini," kata Kementerian Luar Negeri UEA dalam pernyataan resminya.
"Setiap klaim mengenai kunjungan atau pengaturan yang tidak diumumkan secara resmi adalah tidak berdasar kecuali dikeluarkan oleh otoritas resmi terkait di UEA," tambah pernyataan tersebut.
Kementerian Luar Negeri UEA juga meminta media agar tidak menyebarkan informasi yang tidak memiliki dokumentasi resmi maupun digunakan untuk membangun opini politik tertentu.
Sebuah kapal menunggu untuk melewati Selat Hormuz. ANTARA/Shady Alassar - Anadolu Agency/pri. (Antara)
Di sisi lain, mantan juru bicara Kantor Perdana Menteri Israel, Ziv Agmon, membantah penyangkalan yang disampaikan Abu Dhabi. Agmon mengaku ikut mendampingi Netanyahu dalam kunjungan tersebut.
"Sebagai seseorang yang mengenal UEA dengan baik dan pernah tinggal di sana dalam waktu lama, serta seseorang yang mendampingi perdana menteri dalam perjalanan bersejarah yang sangat rahasia hingga hari ini, saya dapat mengatakan bahwa PM disambut di Abu Dhabi dengan penghormatan kerajaan," tulis Agmon di Facebook.
"MBZ, keluarganya, dan para pejabat lainnya menyambut kami dan senang melihat perdana menteri Israel berada di tanah mereka. MBZ sangat menghormati PM, bahkan secara pribadi mengantar PM dengan mobil pribadinya dari pesawat menuju istana," lanjutnya.
Menurut Agmon, sejumlah kesepakatan yang dicapai Netanyahu dalam kunjungan tersebut akan menjadi pembahasan penting dalam hubungan kedua negara pada masa mendatang karena dianggap sebagai terobosan besar.
Arsip - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara di markas militer Kirya di Tel Aviv, Israel, 1 Maret 2026. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa angkatan udara Israel menyerang Teheran dengan "intensi (Antara)