Ntvnews.id, Tel Aviv - Puluhan pemukim Israel dilaporkan memasuki kompleks suci Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur pada Kamis, 14 Mei 2026 waktu setempat. Aksi tersebut disebut berlangsung dengan pengamanan dari pasukan keamanan Israel.
Dilansir dari WAFA, Jumat, 15 Mei 226, mengutip sumber lokal sebagaimana dilansir Anadolu Agency, menyebut para pemukim Israel berbondong-bondong memasuki area Masjid Al-Aqsa dan melakukan ritual Talmud secara terbuka di halaman kompleks tersebut.
Menurut laporan itu, ritual keagamaan Yahudi tersebut dilakukan di bawah perlindungan aparat keamanan Israel.
Sehari sebelumnya, Menteri Urusan Negev dan Galilea Israel, Yitzhak Wasserlauf, juga mendatangi kompleks Masjid Al-Aqsa menjelang peringatan pendudukan Israel atas Yerusalem.
Kelompok sayap kanan Israel diketahui menyerukan para pendukungnya untuk memasuki kompleks suci tersebut sebagai bagian dari peringatan pendudukan Yerusalem. Mereka juga berencana menggelar pawai bendera di Yerusalem Timur pada Kamis malam.
Wasserlauf merupakan anggota partai sayap kanan Otzma Yehudit yang dipimpin Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir. Sebelumnya, Ben Gvir maupun Wasserlauf pernah memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa yang memicu kecaman dari Palestina dan sejumlah negara Arab.
Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina mencatat para pemukim Israel telah memasuki kompleks suci itu sebanyak 30 kali sepanjang April lalu.
Masjid Al-Aqsa merupakan situs suci ketiga bagi umat Islam. Sementara bagi umat Yahudi, lokasi tersebut dikenal sebagai Temple Mount atau Bukit Bait Suci yang diyakini sebagai lokasi dua kuil Yahudi kuno.
Umat ??Islam Palestina berkumpul untuk memasuki Masjid Al-Aqsa saat dibuka kembali untuk ibadah di Kota Tua Yerusalem Timur, Kamis (9/4/2026). (ANTARA FOTO/Anadolu Agency/Mostafa Alkharouf/nym) (Antara)
Dalam aturan status quo yang berlaku sejak lama, umat Yahudi diperbolehkan mengunjungi kawasan tersebut, namun tidak diizinkan melakukan ritual keagamaan maupun berdoa di dalam kompleks suci.
Sejak 2003, Kepolisian Israel mengizinkan umat Yahudi memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa setiap hari kecuali Jumat dan Sabtu.
Palestina memandang aksi masuknya pemukim Yahudi ke kawasan tersebut sebagai tindakan provokatif yang melanggar kesucian tempat ibadah dan dianggap sebagai upaya mengubah status quo keagamaan di kompleks itu.
Palestina juga menuduh Israel selama bertahun-tahun meningkatkan upaya “men-Yahudi-kan” Yerusalem Timur, termasuk kawasan Masjid Al-Aqsa, serta menghapus identitas Arab dan Islam di wilayah tersebut.
Bagi Palestina, Yerusalem Timur diproyeksikan menjadi ibu kota negara Palestina di masa depan berdasarkan resolusi internasional yang tidak mengakui pendudukan Israel atas wilayah itu sejak 1967 maupun aneksasi pada 1980.
Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, Palestina. (ANTARA/Xinhua) (Antara)