Ntvnews.id, Canbera - Australia memutuskan mengerahkan pesawat pengintai berteknologi tinggi guna mendukung operasi internasional dalam menjaga kelancaran jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Dilansir dari Anadolu, Jumat, 15 Mei 2026, Menteri Pertahanan Australia Richard Marles mengumumkan pengerahan pesawat Boeing E-7 Wedgetail setelah mengikuti pertemuan virtual bersama menteri pertahanan dari lebih 40 negara pada Selasa.
Pesawat tersebut sebelumnya juga sempat ditempatkan di kawasan Timur Tengah pada Maret lalu sebagai bagian dari misi perlindungan Uni Emirat Arab dari serangan Iran.
E-7A Wedgetail dikenal sebagai salah satu sistem pengawasan udara tercanggih yang dimiliki Australia.
Operasi multinasional yang dipimpin Inggris dan Prancis itu difokuskan untuk menjaga keamanan navigasi di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu pusat perdagangan energi dunia.
Baca Juga: Indonesia Mulai Terima Pasokan Minyak Mentah Nigeria di Tengah Penutupan Selat Hormuz
Richard Marles menegaskan keterlibatan Australia dalam operasi itu bersifat defensif. Ia menyebut pengerahan pesawat tersebut dilakukan untuk mendukung langkah diplomasi sekaligus menekan potensi eskalasi konflik di kawasan.
Sementara itu, Menteri Keuangan Australia Jim Chalmers mengingatkan ketidakstabilan berkepanjangan di Timur Tengah telah berdampak terhadap harga energi dunia dan berpotensi menekan ekonomi Australia melalui kenaikan inflasi serta perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Sebuah kapal menunggu untuk melewati Selat Hormuz. ANTARA/Shady Alassar - Anadolu Agency/pri. (Antara)
Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Teheran kemudian membalas dengan menyerang Israel serta sekutu Washington di kawasan Teluk, termasuk melakukan penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai diberlakukan sejak 8 April melalui mediasi Pakistan. Namun, perundingan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan damai permanen.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump selanjutnya memutuskan memperpanjang masa gencatan senjata tanpa menetapkan batas waktu tertentu.
Arsip foto - Selat Hormuz. ANTARA/Anadolu Agency/pri. (Antara)