Penebusan Pupuk Subsidi Naik 36 Persen, Pupuk Indonesia Optimalkan Distribusi Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Mei 2026, 17:45
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Petugas memindahkan sejumlah karung pupuk menggunakan forklift di gudang Pupuk Indonesia. ANTARA/HO-Pupuk Indonesia. Petugas memindahkan sejumlah karung pupuk menggunakan forklift di gudang Pupuk Indonesia. ANTARA/HO-Pupuk Indonesia. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - PT Pupuk Indonesia (Persero) terus mengoptimalkan distribusi pupuk nasional untuk mendukung tingginya penebusan pupuk subsidi yang hingga awal Mei 2026 tercatat mencapai 3,4 juta ton atau meningkat 36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Peningkatan penebusan menunjukkan antusias petani yang tinggi, terutama setelah penurunan HET (Harga Eceran Tertinggi) pupuk subsidi dan penyederhanaan tata kelola distribusi,” ucap Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia Yehezkiel Adiperwira dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Jumat, 15 Mei 2026.

Yehezkiel menjelaskan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi sebesar 20 persen telah berlaku sejak Oktober 2025.

Selain itu, peningkatan penebusan pupuk juga dipengaruhi penyederhanaan tata kelola distribusi melalui Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025 yang dinilai mempermudah akses petani terhadap pupuk subsidi sekaligus memperlancar distribusi.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Klarifikasi Isu Abaikan Larangan Plt Menteri BUMN Soal Perjalanan Dinas

Tingginya penebusan pupuk subsidi juga didorong oleh curah hujan yang berlangsung lebih lama di sejumlah daerah sehingga kebutuhan pupuk meningkat.

“Karena itu, kami terus memastikan distribusi pupuk berjalan optimal agar kebutuhan petani dapat terpenuhi secara cepat dan tepat sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Yehezkiel.

Pupuk Indonesia memastikan kecukupan stok pupuk nasional tetap terjaga. Hingga 11 Mei 2026, stok pupuk nasional tercatat mencapai 1,1 juta ton.

Perusahaan juga memanfaatkan teknologi digital melalui Command Center dan aplikasi i-Pubers untuk menjaga kelancaran distribusi serta memantau kondisi stok secara real-time hingga tingkat lokasi penyerahan.

Baca Juga: Hashim: Pupuk Indonesia Tahan Gejolak Global, Ekspor Urea Diburu Australia hingga India

Menurut Yehezkiel, sistem digital tersebut memungkinkan perusahaan mendeteksi wilayah dengan tingkat permintaan tinggi dan melakukan realokasi stok secara cepat tanpa harus menunggu laporan manual.

Ia menambahkan realokasi stok pupuk dilakukan dengan dukungan infrastruktur logistik terintegrasi mulai dari pelabuhan, armada kapal, hingga jaringan gudang sehingga perpindahan stok antarwilayah dapat berlangsung lebih cepat.

“Melalui Command Center dan sistem i-Pubers, kami dapat memantau kondisi stok secara real-time hingga tingkat kios. Sistem ini memungkinkan respons distribusi dilakukan lebih cepat apabila terdapat daerah dengan kebutuhan pupuk yang tinggi,” kata Yehezkiel Adiperwira.

(Sumber: Antara)

x|close