A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Waspada Wabah Ebola Strain Bundibugyo yang Mematikan - Ntvnews.id

Waspada Wabah Ebola Strain Bundibugyo yang Mematikan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Mei 2026, 16:00
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Foto arsip ini, yang diambil pada 11 Oktober 2009, menunjukkan petugas medis militer memeriksa pasien di Bukavu, ibu kota Provinsi Sud-Kivu, Republik Demokratik Kongo (DRC). ANTARA Xinhua/He Changzhen Foto arsip ini, yang diambil pada 11 Oktober 2009, menunjukkan petugas medis militer memeriksa pasien di Bukavu, ibu kota Provinsi Sud-Kivu, Republik Demokratik Kongo (DRC). ANTARA Xinhua/He Changzhen (Antara)


Ntvnews.id, Kinshasa - Menteri Kesehatan Republik Demokratik (RD) Kongo Roger Kamba memperingatkan bahwa wabah Ebola terbaru yang muncul di Provinsi Ituri, wilayah timur RD Kongo, melibatkan strain Bundibugyo yang dikenal memiliki tingkat kematian tinggi serta berisiko besar menyebar lebih luas.

Dalam konferensi pers di ibu kota Kinshasa pada Sabtu, 16 Mei 2026, Kamba mengatakan strain tersebut belum memiliki vaksin maupun pengobatan khusus.

"Strain bundibugyo tidak memiliki vaksin maupun pengobatan khusus," kata Kamba dalam konferensi pers di ibu kota Kinshasa, seraya menambahkan bahwa strain tersebut memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi yang dapat mencapai 50 persen.

Baca Juga: Belarus Ungkap 50 Kasus Hantavirus di Negaranya Setiap Tahun

Pemerintah RD Kongo sebelumnya mengumumkan wabah Ebola baru di Ituri pada Jumat, 15 Mei 2026. Wabah tersebut menjadi kejadian ke-17 yang tercatat di negara itu sejak pertama kali ditemukan pada 1976.

Menurut data Kementerian Kesehatan RD Kongo, hingga Kamis, 15 Mei 2026 tercatat sebanyak 246 kasus dugaan dan 80 kematian, termasuk empat korban meninggal dari kasus yang telah terkonfirmasi positif Ebola.

Institut Nasional untuk Riset Biomedis juga telah memastikan bahwa virus Ebola yang ditemukan berasal dari strain Bundibugyo berdasarkan hasil pemeriksaan sampel laboratorium.

Kamba menjelaskan pemerintah telah mengerahkan tim kesehatan untuk melakukan pelacakan kontak dari kasus terkonfirmasi sekaligus menekan potensi penyebaran virus di Ituri, wilayah perbatasan, dan provinsi-provinsi sekitar.

Ia juga mengungkapkan bahwa Uganda telah mengonfirmasi satu kasus impor pada Jumat, 15 Mei 2026 yang melibatkan seorang warga negara Kongo yang meninggal dunia di Kampala.

"Ini merupakan penyakit yang menular dari manusia ke manusia. Zona kesehatan Mongwalu yang terdampak merupakan kawasan perdagangan dengan mobilitas tinggi, sehingga membuat Kivu Utara, Tshopo, Uganda, dan Sudan Selatan terpapar risiko," katanya.

Menurut Kamba, strain Bundibugyo memiliki karakteristik berbeda dibandingkan strain Zaire yang sebelumnya lebih dikenal dalam kasus Ebola.

Baca Juga: WHO Sebut Risiko Global Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Masih Rendah

Ia menjelaskan penyakit tersebut umumnya diawali dengan gejala demam, sedangkan tanda-tanda perdarahan baru muncul pada tahap berikutnya.

Karena itu, otoritas kesehatan mengimbau masyarakat segera melaporkan setiap dugaan kasus dengan gejala seperti demam, muntah, kelelahan, atau perdarahan agar dapat segera ditangani.

"Strain Bundibugyo tidak memiliki vaksin maupun pengobatan khusus. Namun, untuk penanganannya, RD Kongo siap dan memiliki kapasitas, keahlian, serta sarana untuk menghadapi wabah tersebut," katanya.

(Sumber: Antara)

x|close