Usai Trump ke Beijing, Putin Dijadwalkan Bertemu Xi Jinping di China

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Mei 2026, 10:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan pertemuan bilateral di Kazan, Rusia 22 Oktober 2024 (ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri China/aa) Arsip - Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan pertemuan bilateral di Kazan, Rusia 22 Oktober 2024 (ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri China/aa) (Antara)

Ntvnews.id, Beijing - Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke China dan bertemu Presiden Xi Jinping pada pekan depan. Lawatan tersebut akan berlangsung pada 19-20 Mei 2026, hanya beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyelesaikan kunjungannya ke Beijing.

Kepastian kunjungan itu diumumkan langsung oleh Kremlin melalui pernyataan resmi yang dirilis pada Sabtu, 16 Mei 2026.

"Pada tanggal 19-20 Mei, Presiden Rusia Vladimir Putin akan melakukan kunjungan resmi ke Republik Rakyat China atas undangan Presiden China Xi Jinping," demikian rilis resmi Kremlin.

Kunjungan Putin bertepatan dengan peringatan 25 tahun perjanjian persahabatan antara Rusia dan China yang dikenal sebagai Treaty of Good-Neighbourliness and Friendly Cooperation, yang selama ini menjadi fondasi hubungan kedua negara.

Dalam agenda tersebut, Putin dan Xi disebut akan membahas berbagai isu strategis guna mempererat hubungan bilateral dan kerja sama kedua negara di berbagai sektor.

Baca Juga: Bertolak ke Rusia, Prabowo Akan Bertemu Presiden Vladimir Putin

"(Kedua pemimpin) akan membahas masalah bilateral terkini, cara memperkuat kemitraan komprehensif dan kerja sama strategis Rusia-China, serta bertukar pandangan tentang masalah internasional dan regional yang penting," demikian isi rilis Kremlin.

Selain menggelar pembicaraan bilateral, kedua pemimpin juga dijadwalkan menghadiri seremoni pembukaan Tahun Pendidikan Rusia-China untuk tahun ajaran 2026-2027.

Setelah pertemuan berlangsung, Rusia dan China akan menandatangani sejumlah dokumen penting, termasuk pernyataan bersama serta berbagai perjanjian bilateral antar pemerintah maupun antar lembaga.

Presiden Rusia Vladimir Putin. /ANTARA/Anadolu/aa. <b>(Antara)</b> Presiden Rusia Vladimir Putin. /ANTARA/Anadolu/aa. (Antara)

Pertemuan Putin dan Xi berlangsung tak lama setelah Trump bertemu Xi Jinping di Beijing pada 13-15 Mei lalu. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas sejumlah isu global, mulai dari hubungan perdagangan, ketegangan di Selat Hormuz, hingga persoalan Taiwan.

Trump dalam pernyataannya menegaskan dirinya tidak ingin melihat Taiwan mendeklarasikan kemerdekaan dari China.

"Saya tidak ingin ada pihak yang mendeklarasikan kemerdekaan. Dan kita seharusnya menempuh perjalanan 9.500 mil untuk berperang? Saya tidak menginginkan itu," ujar Trump pada Jumat, 15 Mei 2026.

Baca Juga: Donald Trump Isyaratkan Bakal Bertemu Vladimir Putin

Taiwan dalam beberapa tahun terakhir terus menunjukkan upaya memperkuat identitas politiknya terpisah dari China. Namun, Beijing menegaskan pulau tersebut merupakan bagian dari wilayahnya dan siap mempertahankannya, termasuk dengan kekuatan militer bila diperlukan.

Amerika Serikat sendiri selama ini menerapkan strategi ambigu terkait Taiwan. Di satu sisi, Washington menjalin hubungan erat dengan Taipei dan beberapa pejabat AS sempat berkunjung ke wilayah itu. Namun di sisi lain, AS secara resmi tetap mengakui kebijakan satu China.

Bagi Beijing, kunjungan pejabat asing ke Taiwan dipandang sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintahan di Taipei dan dianggap mengganggu kedaulatan China.

x|close