Ntvnews.id, Kuala Lumpur - Malaysia resmi mengakhiri operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap korban insiden kapal terbalik yang membawa migran asal Indonesia di perairan lepas Pulau Pangkor, Negara Bagian Perak. Operasi tersebut telah dilakukan selama hampir satu pekan sebelum akhirnya dihentikan.
Dilansir dari Anadolu, Senin, 18 Mei 2026, sedikitnya 16 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 23 orang lainnya berhasil diselamatkan dalam insiden kapal tenggelam yang terjadi pada Senin, 11 Mei 2026. Kantor berita Bernama milik pemerintah Malaysia menyebutkan kapal tersebut diduga membawa sekitar 37 penumpang tanpa dokumen resmi.
Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) Perak menyatakan bahwa operasi SAR dihentikan pada Sabtu setelah tidak ditemukan lagi korban tambahan di area pencarian.
"Informasi awal yang diperoleh pada hari pertama operasi menyatakan bahwa jumlah total korban adalah 37. Namun, angka tersebut diyakini tidak akurat," katanya dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga: Wabah Muntaber di Kapal Pesiar, 1.700 Penumpang Tertahan di Prancis
Para korban meninggal terdiri dari sembilan laki-laki dan tujuh perempuan. Seluruh jenazah telah dievakuasi ke rumah sakit untuk proses autopsi dan identifikasi lebih lanjut.
Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, termasuk lembaga keamanan, Angkatan Laut Kerajaan Malaysia, Kepolisian Maritim, serta dukungan komunitas nelayan di sekitar lokasi kejadian.
Sebelumnya, kapal yang mengangkut 37 warga negara Indonesia (WNI) tersebut dilaporkan tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Perak. Dari jumlah itu, tujuh orang dilaporkan meninggal dunia.
Bendera Malaysia (Pixabay)
Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah, menyampaikan bahwa 23 orang berhasil diselamatkan dalam insiden yang terjadi pada Senin, 11 Mei 2026 pagi waktu setempat. Selain korban meninggal, tujuh orang lainnya masih dinyatakan hilang pada saat proses pencarian berlangsung.
"Dari 14 WNI yang sebelumnya dalam proses pencarian, 7 orang telah ditemukan meninggal dunia, dan jasadnya saat ini berada di RS di Perak untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut oleh otoritas setempat," kata Heni dalam keterangan tertulis, dikutip Antara, Rabu, 13 Mei 2026.
Ilustrasi Kapal Tenggelam (IG: @sampitvgram)