Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kian terpuruk. Pada Senin pagi, nilai tukar rupiah menjadi Rp17.630 per dolar AS.
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meyakini usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bisa membantu menguatkan nilai tukar rupiah.
Perbaikan UMKM, dirasa dapat berdampak positif terhadap stabilitas nilai tukar rupiah. Menurut Anggota Komisi XI DPR RI, Marwan Cik Asan, penguatan sektor riil akan membantu memperkuat fundamental ekonomi domestik sekaligus mengurangi tekanan terhadap dolar AS.
"Saya yakin Pak, kalau begini, kalau UMKM-nya membaik Pak, dolar juga akan ikut melemah dan rupiah akan membaik," ujar Marwan saat rapat Komisi XI DPR dengan Gubernur Bank Indonesia (BI), Senin, 18 Mei 2026.
Marwan mengatakan, capaian kinerja Bank Indonesia yang mencatat realisasi indikator kinerja sebesar 109,31 persen seharusnya dapat memberikan dampak nyata terhadap penguatan sektor UMKM dan perekonomian nasional.
"Capaian ini harus punya makna. Tugas utama Bank Indonesia sebagaimana diamanatkan Undang-Undang P2SK adalah mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tuturnya.
Marwan turut menyoroti amanat dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), khususnya Pasal 35A dan 35B, yang memberikan peran kepada Bank Indonesia untuk mengembangkan pembiayaan inklusif dan keuangan berkelanjutan guna memperkuat sektor UMKM.
Menurut dia, UMKM memiliki kontribusi besar terhadap ekonomi nasional karena menyumbang lebih dari 60 persen produk domestik bruto (PDB). Selain itu, sektor tersebut juga menyerap sekitar 135 juta tenaga kerja dari total 140 juta lapangan kerja di Indonesia. Tapi, ia berpandangan kebanyakan lapangan kerja yang tercipta masih berada di sektor informal.
"Sekitar 59 persen masih merupakan pekerjaan informal. Karena itu, UMKM harus didorong naik kelas agar bisa menciptakan lebih banyak pekerjaan formal," papar dia.
Marwan pun menyoroti kondisi UMKM dalam beberapa tahun terakhir yang masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penyaluran kredit yang menurun hingga tingginya suku bunga pembiayaan.
Atas itu, ia meminta penjelasan dari Gubernur BI perihal langkah konkret yang akan dilakukan pada 2026 untuk memperkuat sektor UMKM agar mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional.
"Saya ingin mendengar apa yang akan dilakukan BI untuk UMKM kita supaya naik kelas, menciptakan lapangan kerja formal, dan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi," tandasnya.
Rapat Komisi XI DPR RI dengan Gubernur Bank Indonesia. (YouTube TVR Parlemen)