Dinkes DKI Pantau 6 Suspek dan 3 Kasus Positif Hantavirus

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Mei 2026, 14:43
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ani Ruspitawati di halaman Balai Kota DKI, Rabu, 8 April 2026. Ani Ruspitawati di halaman Balai Kota DKI, Rabu, 8 April 2026. (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Hantavirus setelah ditemukan tiga kasus positif dan enam kasus suspek yang masih dalam pemantauan intensif oleh tenaga kesehatan.

Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengatakan hingga saat ini pihaknya terus melakukan pengawasan ketat terhadap perkembangan kasus untuk mencegah penyebaran lebih luas.

"Menemukan ada tiga kasus positif yang kemarin sudah saya sampaikan, tapi ada enam suspek yang masih terus kami monitor sampai dengan hari ini," kata Ani di Puskesmas Pembantu Meruya Selatan II di Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Senin, 18 Mei 2026.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes DKI telah menindaklanjuti surat kewaspadaan dari Kementerian Kesehatan terkait potensi penyebaran Hantavirus. Surat edaran juga telah disampaikan ke seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Jakarta.

Tak hanya itu, sejumlah rumah sakit umum daerah (RSUD) ditunjuk sebagai rumah sakit sentinel guna memperkuat pengawasan terhadap pasien yang diduga terpapar virus tersebut.

Ilustrasi virus. <b>(Pixabay)</b> Ilustrasi virus. (Pixabay)

"Ada tim gerak cepat yang terus melakukan sistem kewaspadaan dini apabila memang ada peningkatan kasus yang cukup signifikan," ujarnya.

Ani menjelaskan bahwa Hantavirus merupakan penyakit yang penularannya berkaitan erat dengan tikus. Karena itu, masyarakat diminta memahami berbagai jalur penularan agar dapat melakukan pencegahan secara maksimal.

Penularan Hantavirus dapat terjadi melalui inhalasi atau menghirup partikel udara yang telah terkontaminasi kotoran, air liur, maupun urine tikus yang mengandung virus.

"Atau dengan kontak langsung kepada sekresi tikus yang terkontaminasi Hanta atau kemudian secara langsung dengan gigitan tikus," jelasnya.

Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh tikus yang terinfeksi maupun gigitan tikus.

Dinkes DKI mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kebersihan lingkungan, terutama saat membersihkan area yang menjadi sarang tikus atau dipenuhi kotoran hewan pengerat tersebut.

Masyarakat disarankan memastikan ventilasi udara tetap baik ketika membersihkan ruangan tertutup. Sebelum membersihkan kotoran tikus, area tersebut sebaiknya disemprot disinfektan terlebih dahulu untuk meminimalkan risiko penyebaran virus.

Selain itu, warga juga diminta rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebagai langkah sederhana namun efektif untuk mencegah penularan penyakit.

x|close