Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menjelaskan pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai warga desa yang tidak menggunakan dolar AS dimaksudkan untuk menggambarkan kemandirian masyarakat desa yang mengandalkan sumber daya lokal.
"Beliau pemimpin yang bijak, maksudnya di daerah itu tidak kenal dolar. Di daerah makan dengan sumber daya alam yang lokal," kata Dudung kepada wartawan usai meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin, 18 Mei 2026.
Baca Juga: Rupiah Jumat Sempat Terpuruk ke Rp17.600 per Dolar AS Imbas Ketegangan Iran-AS
Menurut Dudung, masyarakat di pedesaan pada umumnya memanfaatkan sumber daya yang tersedia di wilayah masing-masing, mulai dari hasil pertanian hingga peternakan dan perikanan.
"Pengertiannya seperti itu, tidak usah ditanggapi yang berlebihan saya rasa," kata Dudung menambahkan.
Ia juga menekankan bahwa pelemahan nilai tukar mata uang terhadap dolar Amerika Serikat tidak hanya dialami Indonesia, tetapi juga sejumlah negara lain.
Baca Juga: Rupiah Anjlok ke Rp17.673 per Dolar AS
"Tapi yang jelas menurut beliau pangan tetap terjaga, kita masih bisa," jelas Dudung.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam peluncuran 1.061 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026, menyampaikan keyakinannya bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meskipun rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar AS dalam beberapa pekan terakhir.
"Percaya ekonomi kita kuat, fundamental kita kuat. Indonesia kuat. Percaya kepada kekuatan kita, percaya kepada rakyat kita. Semua pemimpin harus bekerja untuk rakyat," kata Presiden.
(Sumber: Antara)
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman menjawab pertanyaan wartawan usai peninjauan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/5/2026). ANTARA/Prisca Triferna Violleta (Antara)