A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

India Desak Warganya Setop Beli Emas, Ada Apa? - Ntvnews.id

India Desak Warganya Setop Beli Emas, Ada Apa?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Mei 2026, 10:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Ilustrasi emas perhiasan/Ist Ilustrasi emas perhiasan/Ist

Ntvnews.id, New Delhi - Pemerintah India meminta masyarakatnya untuk menahan diri membeli emas selama satu tahun penuh, di tengah dampak ekonomi yang meluas akibat ketegangan global, termasuk perang AS-Israel dengan Iran.

Dilansir dari BBC, Selasa, 19 Mei 2026, Perdana Menteri India, Narendra Modi, pada 10 Mei lalu menyampaikan imbauan agar warga menunda pembelian emas, bahkan untuk berbagai acara keluarga sekalipun.

"Demi kepentingan negara, kita harus memutuskan bahwa selama setahun, meskipun ada acara di rumah, kita tidak akan membeli perhiasan emas," kata Perdana Menteri (PM) Narendra Modi pada 10 Mei lalu.

"Patriotisme tidak hanya tentang kesiapan mengorbankan nyawa di perbatasan. Dalam situasi seperti ini, hal itu berarti hidup secara bertanggung jawab dan menjalankan kewajiban kita kepada negara dalam kehidupan sehari-hari," tambahnya.

Tiga hari setelah pernyataan tersebut, pemerintah India juga menaikkan bea masuk impor emas menjadi 15% dari sebelumnya 6%.

Baca Juga: Harga Emas Antam Awal Pekan Turun ke Level Rp2,7 Juta per Gram

Kebijakan ini dinilai sebagai langkah berat bagi India yang merupakan salah satu pasar emas terbesar di dunia, baik untuk perhiasan maupun investasi. Pada tahun fiskal terakhir hingga 31 Maret, India tercatat mengimpor emas senilai US$72 miliar atau sekitar Rp1.267 triliun.

Di India, emas memiliki nilai budaya yang kuat karena sering digunakan dalam pernikahan dan diwariskan lintas generasi. Namun, Modi menilai tingginya impor emas membebani cadangan devisa, terlebih saat negara itu juga menghadapi kenaikan biaya impor minyak.

India sendiri diketahui mengimpor lebih dari 85% kebutuhan minyaknya. Lonjakan harga minyak hingga 70% terjadi setelah pecahnya perang AS-Israel dengan Iran serta terganggunya jalur perdagangan di Selat Hormuz yang menjadi rute penting energi global.

Tekanan energi global juga memicu kekhawatiran melemahnya mata uang rupee, yang telah terdepresiasi sekitar 5% terhadap dolar AS, sehingga berpotensi meningkatkan inflasi di India.

Di sisi lain, emas masih menjadi instrumen investasi penting bagi masyarakat India. Namun, pemerintah menilai komoditas ini bukan kebutuhan esensial karena lebih banyak digunakan untuk perhiasan dan tabungan keluarga.

Ilustrasi Emas <b>(FreePik)</b> Ilustrasi Emas (FreePik)

Para pelaku industri perhiasan menilai kebijakan ini berdampak besar. Sejumlah pengrajin bahkan menyebut situasi saat ini lebih berat dibandingkan masa pandemi COVID-19.

Selain imbauan untuk menahan pembelian emas, Modi juga mendorong masyarakat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, beralih ke transportasi umum, bekerja dari rumah, hingga membatasi perjalanan luar negeri yang tidak penting. Ia juga meminta pengurangan konsumsi minyak goreng serta efisiensi penggunaan pupuk di sektor pertanian.

Sejumlah negara lain juga menerapkan kebijakan serupa dalam merespons lonjakan harga energi, mulai dari penghematan listrik hingga pembatasan jam operasional usaha. Namun, imbauan India untuk menahan pembelian emas dinilai tidak lazim oleh sejumlah analis.

Meski begitu, beberapa ekonom menilai kebijakan tersebut masuk akal mengingat besarnya impor emas India dan dampaknya terhadap neraca perdagangan negara.

Baca Juga: Sembilan Penambang Emas Ilegal Tewas Tertimbun Longsor di Sijunjung

Di tengah perdebatan itu, sebagian pengamat menilai dampak kebijakan ini terhadap harga emas global kemungkinan terbatas, karena permintaan juga dipengaruhi faktor geopolitik dan investasi internasional.

Namun, pelaku industri di India tetap khawatir, bahkan menyebut larangan tidak resmi selama setahun akan sulit dipenuhi.

“Kalau hanya dua bulan, mungkin kami bisa bertahan, tetapi satu tahun penuh terlalu berat,” kata salah satu perajin perhiasan, Shweta Gupta.

“Bagaimana kami harus membayar karyawan?”

x|close