A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

GPCI Tegaskan WNI yang Ditangkap Israel Sedang Jalankan Misi Kemanusiaan - Ntvnews.id

GPCI Tegaskan WNI yang Ditangkap Israel Sedang Jalankan Misi Kemanusiaan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Mei 2026, 14:50
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid bersama Pengarang GPCI Irvan Nugraha dan Ahmad Juwaini di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa 19 Mei 2026. ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid bersama Pengarang GPCI Irvan Nugraha dan Ahmad Juwaini di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa 19 Mei 2026. ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pengarah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) Irvan Nugraha menegaskan bahwa sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap militer Israel saat hendak menuju Gaza, Palestina, tengah menjalankan misi kemanusiaan yang sah dan legal.

Menurut Irvan, jalur perairan yang dilalui para WNI bersama armada kapal Global Sumud Flotilla (GSF) merupakan wilayah internasional yang dilindungi aturan hukum internasional.

Karena itu, ia menilai tindakan pencegatan oleh militer Israel menjadi ancaman serius terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

"Dengan kejadian ini, tentu kami pun menilai bahwa ini adalah ancaman bagi kemanusiaan, dan tentunya berharap ini juga direspons oleh pemerintah Indonesia," kata Irvan saat bertemu pimpinan MPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, pada Selasa, 19 Mei 2026.

Baca Juga: Kemlu RI Siapkan Langkah Kontingensi untuk WNI Peserta GSF yang Diculik Israel

Irvan yang juga menjabat sebagai CEO Rumah Zakat menjelaskan bahwa lembaga-lembaga yang tergabung dalam GPCI telah beberapa kali berupaya mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Upaya tersebut dilakukan untuk membuka jalur distribusi bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina.

Ia menambahkan, apabila koridor kemanusiaan sudah dapat menembus Gaza, maka bantuan yang dikirimkan tidak hanya berupa barang kebutuhan, tetapi juga relawan kemanusiaan dan dukungan lainnya.

Sementara itu, Pengarah GPCI lainnya yang juga Ketua Yayasan Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, mengungkapkan bahwa sembilan WNI yang ditangkap terdiri atas lima aktivis kemanusiaan dan empat jurnalis.

Baca Juga: Netanyahu Akui Israel Cegat Armada Global Sumud Flotilla yang Ditumpangi 3 Jurnalis WNI

Mereka diketahui bergabung bersama warga negara dari berbagai negara lain dalam pelayaran menuju Gaza yang dimulai dari Turki.

Namun, armada Global Sumud Flotilla dicegat oleh militer Israel pada Senin, 19 Mei 2026, sekitar pukul 15.00 WIB.

"Seluruhnya ada 332 aktivis kemanusiaan dan jurnalis dari berbagai negara yang diculik militer Israel. Itu data sampai tadi pagi," kata Juwaini.

Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk organisasi kemanusiaan di Indonesia yang mendesak adanya langkah perlindungan dan respons diplomatik dari pemerintah Indonesia terhadap WNI yang berada dalam misi tersebut.

(Sumber: Antara)

x|close