A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Menhan Sjafrie Sebut Pembentukan 750 Batalyon untuk Tekan Kriminalitas - Ntvnews.id

Menhan Sjafrie Sebut Pembentukan 750 Batalyon untuk Tekan Kriminalitas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Mei 2026, 19:40
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (kedua kanan) bersama Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan (kanan), Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto (kedua kiri) dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak (kiri) menyampaikan paparan saat rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 19 Mei 2026. Rapat tersebut membahas perkembangan dinamika geopolitik global dan pasukan perdamaian di Timur Tengah. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/hma (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA) Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (kedua kanan) bersama Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan (kanan), Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto (kedua kiri) dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak (kiri) menyampaikan paparan saat rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 19 Mei 2026. Rapat tersebut membahas perkembangan dinamika geopolitik global dan pasukan perdamaian di Timur Tengah. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/hma (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan alasan pemerintah membentuk 750 batalyon baru hingga tahun 2029, salah satunya untuk menekan angka kriminalitas di berbagai daerah.

Dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026, Sjafrie menjelaskan bahwa keberadaan batalyon teritorial pembangunan dinilai mampu membantu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurut Sjafrie, sebelum adanya batalyon teritorial pembangunan, banyak wilayah kabupaten yang tidak memiliki keberadaan pasukan sehingga tingkat kriminalitas cukup tinggi.

“Sebelum ada batalyon teritorial pembangunan, tadinya di kabupaten itu tidak ada pasukan, kosong. Apa yang terjadi? Begal, kriminal, itu besar sekali, tapi setelah kita berada di situ membangun pangkalan, sekian persen kriminalnya hilang,” ujarnya.

Baca Juga: Menhan Sjafrie Kumpulkan Purnawirawan TNI, Wiranto dan Dudung Hadiri

Ia menjelaskan salah satu tugas batalyon teritorial pembangunan adalah melakukan patroli keliling guna membangun sistem keamanan lingkungan.

Selain menjaga stabilitas keamanan, keberadaan prajurit di daerah juga disebut mampu memperkuat lingkungan sosial masyarakat.

Sjafrie mengatakan prajurit dari berbagai latar belakang agama dapat hidup berdampingan dengan masyarakat dan membantu menjaga keharmonisan sosial.

“Jadi, masyarakat merasa agak hangat dengan keberadaan batalyon teritorial itu,” katanya.

Di sisi lain, Menhan menilai keberadaan batalyon juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Ia mencontohkan, satu batalyon yang berisi sekitar 1.000 prajurit dapat menggerakkan perputaran uang hingga miliaran rupiah di daerah tempat mereka bertugas.

“Saya lihat setiap saya datang ke batalyon-batalyon, banyak sekali bangunan kafe-kafe, warung-warung yang muncul. Berarti UKM ini meningkat,” tutur Sjafrie.

Baca Juga: Menhan Sjafrie undang Eks Panglima TNI, dari Jenderal Andika Perkasa hingga Gatot Nurmantyo

Selain aspek keamanan dan ekonomi, keberadaan batalyon juga disebut berdampak pada sektor kesehatan masyarakat.

Kementerian Pertahanan bersama TNI menjalankan program donor darah bagi prajurit sebanyak tiga kali dalam setahun untuk membantu masyarakat kurang mampu.

“Kita bikin bank darah sendiri untuk menampung siapa yang ingin mengambil, memerlukan darah dari rakyat yang berada di bawah dan tidak dipungut bayaran. Darah yang dari prajurit gratis untuk kebutuhan kaum duafa,” kata Sjafrie.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Donny Pramono menyebut pembangunan 750 batalyon tersebut terdiri atas 593 batalyon teritorial pembangunan serta 157 satuan bantuan tempur dan bantuan administrasi.

(Sumber: Antara)

x|close