Kemenkeu Salurkan Transfer ke Daerah Rp256,8 Triliun hingga April 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Mei 2026, 07:58
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) didampingi Wakil Menteri Keuangan Juda Agung (kanan) dan Suahasil Nazara (kiri) mengacungkan jempol saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026. Kementerian Keuangan melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami penurunan menjadi 0,64 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) atau senilai Rp164,4 triliun pada 30 April 2026. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/tom/pri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) didampingi Wakil Menteri Keuangan Juda Agung (kanan) dan Suahasil Nazara (kiri) mengacungkan jempol saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026. Kementerian Keuangan melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami penurunan menjadi 0,64 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) atau senilai Rp164,4 triliun pada 30 April 2026. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/tom/pri (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Keuangan mencatat realisasi penyaluran transfer ke daerah (TKD) mencapai Rp256,8 triliun hingga 30 April 2026. Nilai tersebut setara 37,1 persen dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp693 triliun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan realisasi TKD tersebut mengalami kontraksi sekitar 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp259,4 triliun.

“TKD yang kami salurkan Rp256,8 triliun atau 37,1 persen dari pagu di APBN,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.

Menurut dia, penyaluran TKD sepanjang April terutama didorong oleh dana bagi hasil (DBH), dana alokasi umum (DAU), dana alokasi khusus (DAK) nonfisik, serta dana otonomi khusus (otsus).

Selain itu, realisasi TKD juga mencakup relaksasi penyaluran dan tambahan alokasi senilai Rp10,65 triliun bagi daerah terdampak bencana di wilayah Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Baca Juga: Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp240,1 Triliun per Maret 2026

Tambahan alokasi tersebut telah disalurkan secara bertahap hingga April 2026. Pada Tahap I, pemerintah menyalurkan 40 persen atau Rp4,4 triliun pada Februari tanpa syarat penyaluran. Selanjutnya Tahap II sebesar 30 persen atau Rp3,1 triliun dicairkan pada Maret, sedangkan Tahap III dengan nilai yang sama disalurkan pada April.

Kementerian Keuangan menyebut relaksasi penyaluran dan tambahan alokasi tersebut mendorong realisasi TKD di wilayah terdampak bencana Sumatera mencapai Rp42,96 triliun atau sekitar 48 persen dari pagu, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.

Meski demikian, sebagian penyaluran TKD masih menunggu pemenuhan persyaratan administrasi dari pemerintah daerah.

Khusus untuk tambahan dana otsus Aceh, Kemenkeu mencatat penyaluran Tahap I telah mencapai Rp30,39 miliar atau 40 persen. Sementara Tahap II dan Tahap III yang masing-masing bernilai Rp22,79 miliar dijadwalkan cair pada Mei dan Juni 2026.

Baca Juga: Menkeu Pastikan Program MBG hingga Pengadaan Alutsista Tak Ganggu APBN

Di sisi lain, belanja pemerintah pusat hingga April 2026 tumbuh 51,1 persen menjadi Rp826 triliun. Belanja kementerian/lembaga (K/L) tercatat meningkat 57,9 persen menjadi Rp400,5 triliun, sedangkan belanja non-K/L tumbuh menjadi Rp425,5 triliun.

Secara keseluruhan, realisasi belanja negara mencapai Rp1.082,8 triliun atau meningkat 34,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Nilai tersebut setara 28,2 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp3.842,7 triliun.

(Sumber: Antara)

x|close