Ntvnews.id, Tangerang, Banten - Menteri Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyebut penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor energi hingga kuartal I 2026 telah mencapai sekitar 40 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN 2026.
“Di kuartal I 2026, PNBP kita di sektor energi sudah mencapai kurang lebih 40 persen dari target APBN,” ujar Bahlil dalam ajang IPA Convention and Exhibition 2026 di Tangerang, Banten, Rabu, 20 Mei 2026.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN Tahun Anggaran 2026, target pendapatan sumber daya alam ditetapkan sebesar Rp236,614 triliun. Pendapatan tersebut berasal dari sektor minyak dan gas bumi (migas) maupun sumber daya alam nonmigas.
Bahlil menjelaskan capaian tersebut didorong oleh melonjaknya harga komoditas energi di pasar global. Menurut dia, kenaikan harga energi dipicu oleh konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang berdampak pada pasar energi dunia.
Baca Juga: Bahlil Temui Prabowo di Istana, Laporan PNBP Sampai RDMP Balikpapan
Selain itu, ia menilai kontribusi pelaku industri hulu migas juga berperan besar terhadap peningkatan PNBP nasional.
“Mampu menciptakan lapangan pekerjaan, mampu menciptakan efek berganda,” kata Bahlil.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencatat PNBP nasional tumbuh sebesar 11,6 persen atau mencapai Rp171,3 triliun.
Berdasarkan paparan Kementerian Keuangan, PNBP dari sektor sumber daya alam tumbuh 3,9 persen secara tahunan. Nilainya meningkat dari Rp80 triliun pada periode Januari–April 2025 menjadi Rp83,1 triliun pada periode yang sama tahun 2026.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan harga sejumlah komoditas mineral seperti nikel, tembaga, emas, perak, dan aluminium.
Baca Juga: PNBP Per April Tumbuh 20 Persen, Salah Satunya Berkat Denda Administratif Satgas PKH
Selain mineral, harga minyak mentah juga mengalami peningkatan signifikan. Kementerian ESDM menetapkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada April 2026 sebesar 117,31 dolar AS per barel.
Angka tersebut naik 15,05 dolar AS dibandingkan Maret 2026 yang berada di level 102,26 dolar AS per barel.
Pemerintah berharap tren positif harga komoditas energi dan mineral dapat terus mendukung penerimaan negara sekaligus memperkuat kontribusi sektor energi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
(Sumber: Antara)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi sambutan dalam IPA Convex yang digelar di Tangerang, Banten, Rabu (20/5/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri) (Antara)