Panglima Perang Naik Pitam Saat Dicecar DPR AS soal Perang dengan Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Mei 2026, 09:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Pentagon atau Gedung Departemen Perang Amerika Serikat. ANTARA/Xinhua/aa. Ilustrasi - Pentagon atau Gedung Departemen Perang Amerika Serikat. ANTARA/Xinhua/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Kepala Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Brad Cooper, meluapkan kekesalannya saat menghadapi pertanyaan dari anggota DPR AS dari Partai Demokrat mengenai jalannya perang melawan Iran.

Perdebatan panas itu terjadi dalam rapat DPR AS pada Selasa, 19 Mei 2026. Dalam forum tersebut, Cooper yang memimpin operasi militer AS dalam konflik tersebut ditanya oleh anggota Kongres Seth Moulton terkait strategi untuk “benar-benar memenangkan perang ini”.

Dilansir Reuters, Kamis, 21 Mei 2026, Moulton, yang pernah bertugas di Korps Marinir AS dalam perang Irak, menilai kondisi saat ini menunjukkan Amerika Serikat berada dalam posisi yang tidak menguntungkan.

"Kita tidak punya kesepakatan nuklir. Kita juga belum membuka kembali [Selat Hormuz]," kata Moulton seperti dikutip Al Jazeera.

Ia juga menyebut operasi militer melawan Iran sejak 28 Februari lalu "tidak terlihat berjalan baik" serta mempertanyakan "berapa banyak lagi warga Amerika yang harus mati karena kesalahan ini".

Baca Juga: Pentagon Kurangi Pasukan AS di Eropa, Apa Alasannya?

Pertanyaan tersebut tampaknya memicu emosi Cooper yang selama ini dikenal tenang. Sang jenderal terlihat marah dan langsung memberikan respons keras.

Ia membalas, "Saya rasa itu pernyataan yang sepenuhnya tidak pantas dari Anda."

Sebelumnya, Cooper menyampaikan bahwa militer AS telah mencapai seluruh sasaran operasi dalam perang tersebut.

Logo Pentagon, markas pertahanan Amerika Serikat  <b>((Antara))</b> Logo Pentagon, markas pertahanan Amerika Serikat ((Antara))

Walau gencatan senjata antara AS dan Iran masih berlangsung sejak 8 April, Cooper menegaskan bahwa pihaknya tetap dalam kondisi siaga penuh untuk menghadapi berbagai situasi yang mungkin terjadi.

Namun, dalam sidang tersebut, Cooper memilih tidak menjawab ketika ditanya mengenai tanggung jawab atas serangan AS ke sebuah sekolah di Iran pada hari pertama operasi gabungan Washington dan Israel pada 28 Februari.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sekitar 170 warga Iran, yang sebagian besar merupakan anak-anak.

x|close