Penampakan Aktivis Global Sumud Flotilla yang Dipaksa Sujud dan Dihinakan Menteri Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Mei 2026, 09:31
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Aktivis Global Sumud Flotilla yang Ditangkap Israel Aktivis Global Sumud Flotilla yang Ditangkap Israel (Reuters)

Ntvnews.id, Jakarta - Aksi penahanan ratusan aktivis Global Sumud Flotilla oleh Israel justru memicu keretakan terbuka di internal pemerintahan Benjamin Netanyahu. Video yang diunggah Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir memperlihatkan para aktivis bantuan Gaza dipaksa berlutut dengan tangan terikat ke belakang, memancing kecaman tidak hanya dari dunia internasional, tetapi juga dari pejabat tinggi Israel sendiri.

Rekaman yang diunggah Ben Gvir menampilkan para relawan internasional dalam kondisi tertunduk dengan kepala menghadap lantai sambil dijaga aparat Israel. Video itu diiringi tulisan “Selamat datang di Israel” dan langsung memicu kemarahan luas di media sosial.

“Bersama dengan unggahan yang bertuliskan "Selamat datang di Israel", anggota armada terlihat dipermalukan dan dilecehkan oleh dinas keamanan Israel,” sebut laporan Middle East Eye, Kamis 21 Mei 2026.

Global Sumud Flotilla sebelumnya berlayar menuju Gaza membawa misi bantuan kemanusiaan dan upaya menembus blokade Israel terhadap wilayah Palestina tersebut. Namun seluruh 77 kapal dalam armada itu dicegat angkatan laut Israel sebelum mencapai tujuan.

Baca Juga: Biadab! Menteri Israel Paksa Aktivis Global Sumud Flotilla Sujud dan Dipukul Saat Ditahan

Penyelenggara armada menyebut Israel mengerahkan kekuatan besar dalam operasi tersebut. Ratusan sukarelawan internasional kemudian ditahan dan dibawa ke pelabuhan Ashdod.

Alih-alih meredam situasi, Ben Gvir justru memperkeruh kontroversi dengan merilis video lain yang memperlihatkan para aktivis diseret dan dipaksa bersujud di lantai dengan tangan tetap terikat di belakang tubuh mereka.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ikut memberi respons. Ia mengakui perlakuan Ben Gvir terhadap para aktivis tidak mencerminkan “nilai dan norma Israel”. Namun di saat yang sama, Netanyahu tetap membela tindakan militer Israel mencegat armada bantuan Gaza.

Baca Juga: Anak Pendiri Mango Ditangkap, Kematian Isak Andic Kini Diselidiki Sebagai Pembunuhan

Netanyahu menegaskan Israel memiliki “hak penuh” menghentikan kapal-kapal yang menuju Gaza dan mengatakan dirinya telah memerintahkan agar para aktivis segera dideportasi.

Gelombang kecaman internasional terhadap Israel juga semakin membesar setelah muncul laporan mengenai dugaan penyiksaan terhadap aktivis armada Gaza di tahanan Israel.

Awal bulan ini, kantor hak asasi manusia PBB mendesak penyelidikan atas “laporan yang mengkhawatirkan tentang perlakuan buruk yang parah” terhadap dua peserta armada, Saif Abu Keshek dan Thiago Avila.

Adalah, pusat hukum untuk hak-hak Palestina di Israel, menyatakan perlakuan fisik terhadap kedua aktivis tersebut sudah masuk kategori penyiksaan.

x|close