Senator AS Kecam Menteri Keamanan Israel Usai Ejek Relawan Global Sumud Flotilla

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Mei 2026, 05:23
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Aktivis Global Sumud Flotilla yang Ditangkap Israel Aktivis Global Sumud Flotilla yang Ditangkap Israel (Reuters)

Ntvnews.id, Washington D.C - Senator Amerika Serikat Jeff Merkley mengecam Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir setelah muncul video yang memperlihatkan relawan armada Global Sumud Flotilla (GSF) diperlakukan kasar di Pelabuhan Ashdod, Israel.

Kecaman itu disampaikan Merkley melalui unggahan di media sosial X.

"Perlakuan Ben-Gvir terhadap para tahanan ini menjijikkan dan tidak manusiawi," kata Merkley.

Ia juga menyinggung kondisi kemanusiaan di Gaza yang menurutnya menjadi alasan banyak orang terpanggil melakukan aksi solidaritas.

"Ketika kita melihat gambar-gambar Gaza, komunitas yang hancur dan keluarga-keluarga yang putus as, kita tahu mengapa orang-orang terpanggil untuk bertindak," ujarnya.

Kritik serupa turut disampaikan Senator AS Chris Van Hollen. Ia menilai Ben-Gvir seharusnya telah lama dijatuhi sanksi oleh pemerintah Amerika Serikat.

"Beginilah cara Menteri Keamanan Nasional Ben-Gvir memperlakukan tahanan ketika dia tahu kamera sedang merekam - belum lagi apa yang terjadi pada warga Palestina di balik pintu tertutup," ungkap Hollen, dikutip Anadolu Agency.

"Perilaku ini menjijikkan," sambungnya.

Baca Juga: 9 WNI Eks Global Sumud Flotilla Tiba di Istanbul Usai Dibebaskan Israel

Merkley dan Hollen dikenal sebagai dua senator AS yang cukup vokal dalam mendukung Palestina serta mengkritik kebijakan Israel.

Pernyataan keduanya muncul setelah Ben-Gvir mengunggah video yang memperlihatkan dirinya mengejek para aktivis pro-Palestina di Pelabuhan Ashdod. Dalam video tersebut, tangan relawan diikat ke belakang menggunakan tali dan mereka dipaksa berlutut setelah ditahan pasukan Israel di perairan internasional.

Tindakan Ben-Gvir memicu kecaman luas, termasuk dari internal pemerintahan Israel sendiri. Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu disebut menyatakan aksi Ben-Gvir tidak mencerminkan sikap resmi Israel.

Ilustrasi - Armada aktivis kelompok pro-Palestina Global Sumud Flotilla. ANTARA/Anadolu/py. <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Armada aktivis kelompok pro-Palestina Global Sumud Flotilla. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar menilai tindakan Ben-Gvir justru merugikan negaranya sendiri dan menyebut aksi tersebut sebagai pertunjukan yang memalukan.

"Anda telah menghancurkan upaya luar biasa, profesional, dan sukses yang sudah dilakukan begitu banyak orang, dari tentara IDF hingga staf Kementerian Luar Negeri dan banyak lain," kata Sa'ar di X.

Dalam beberapa hari terakhir, pasukan Israel menyerang dan mencegat armada Global Sumud Flotilla di perairan internasional. Ratusan relawan ditahan, termasuk sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ikut dalam misi menembus blokade Israel.

x|close