Ntvnews.id, Gaza - Majid Baghchivan, seorang aktivis yang ikut dalam misi bantuan menuju Gaza melalui Global Sumud Flotilla, mengalami luka di bagian kaki setelah terkena tembakan peluru karet yang dilepaskan oleh tentara Israel.
Dilansir dari Anadolu, Jumat, 22 Mei 2026, penyelenggara Global Sumud pada Rabu, 20 Mei 2026, menyebut Baghchivan sempat dilarikan ke pusat perawatan di Ashdod, Israel selatan, namun menolak untuk mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan Israel.
Insiden tersebut terjadi setelah pasukan Israel melakukan pencegatan terhadap armada bantuan yang sedang menuju Jalur Gaza.
Sebuah video yang diunggah Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir pada Rabu dini hari memperlihatkan para aktivis dipermalukan setelah tiba di pelabuhan.
Sementara itu, Menteri Transportasi Israel Miri Regev juga mengunggah video lain yang menyebut para aktivis sebagai "pendukung teroris" dan "dipengaruhi alkohol."
Baca Juga: Manuel Neuer Kembali Bela Timnas Jerman untuk Persiapan Piala Dunia 2026
Menurut penyelenggara, pasukan Israel menyerang total 50 kapal yang mengangkut 428 orang dari 44 negara, termasuk 78 warga Turki, di perairan internasional pada Senin.
Armada tersebut sebelumnya berangkat dari distrik Marmaris, Turki, pada Kamis pekan lalu dalam upaya menembus blokade Israel terhadap Gaza yang telah berlangsung sejak 2007.
Ini bukan kali pertama misi serupa diserang. Pada akhir April, militer Israel juga disebut menyerang kapal-kapal flotilla di perairan internasional dekat Pulau Kreta, Yunani.
Konvoi saat itu membawa 345 peserta dari 39 negara, termasuk warga Turki.
Israel sendiri telah memberlakukan blokade ketat terhadap Jalur Gaza sejak 2007, yang menyebabkan sekitar 2,4 juta penduduk wilayah tersebut berada dalam kondisi krisis kemanusiaan dan terancam kelaparan.
Aktivis Global Sumud Flotilla yang Ditangkap Israel (Reuters)