KNKT Ungkap Masinis Argo Bromo Anggrek Sempat Lakukan Pengereman Sebelum Tabrakan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Mei 2026, 13:04
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono memberikan keterangan kepada awak media usai mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis (21/5/2026). ANTARA/Harianto Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono memberikan keterangan kepada awak media usai mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis (21/5/2026). ANTARA/Harianto (Antara)

Ntvnews.id , Jakarta -  Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan bahwa masinis Kereta Api Argo Bromo Anggrek telah melakukan pengereman secara perlahan sekitar 1,3 kilometer kejadian sebelum tabrakan dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada 27 April 2026. Langkah tersebut dilakukan setelah masinis menerima informasi mengenai tabrakan kereta di jalur depan.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan pengereman yang dilakukan setelah masinis menerima pemberitahuan dari pusat pengontrol operasi mengenai adanya temperan atau tabrakan di jalur yang akan dilalui.

Tadi saya sampaikan bahwa dari jarak 1.300 meter setelah menerima berita bahwa di depan ada temperan, masinis sudah melakukan pengereman, kata Soerjanto.

Menurut KNKT, informasi yang diterima masinis hanya disampaikan melalui komunikasi suara sehingga pusat pengontrol operasi tidak mengetahui kondisi riil di lapangan. Karena keterbatasan informasi tersebut, pengontrol operasi meminta masinis untuk mengurangi kecepatan dan memperbanyak penggunaan semboyan 35 atau membunyikan klakson sebagai bentuk kewaspadaan.

“Cuman karena masalah kan di Pusdal itu tidak tahu sebenarnya sebenarnya karena komunikasinya kan lewat suara saja, lewat suara,” ujarnya.

"Jadi kondisi lapangannya seperti apa dia nggak tahu, cuman memberitahu bahwa ada temperan di depan, rem-rem dikit. Terus kemudian banyak-banyak melakukan semboyan 35," tambah Soerjanto.

Baca Juga:  Pria Tewas Terlindas KRL di Lenteng Agung Pagi Ini

KNKT menilai masinis telah merespons instruksi dari pengontrol pusat operasi di Manggarai sesuai prosedur yang disampaikan sebelum kecelakaan terjadi.

“Nah itu aja yang disampaikan, sehingga masinis sudah melakukan, merespons apa yang disampaikan oleh Pusdal dari operator operasi di Manggarai,” bebernya.

Meski demikian, KNKT menyatakan penyebab utama kecelakaan belum dapat disimpulkan karena proses investigasi masih berlangsung. Tim penyelidikan saat ini masih mengumpulkan dan memverifikasi berbagai data teknis serta operasional guna mengetahui rangkaian kejadian secara menyeluruh. KNKT mengisahkan proses investigasi yang memerlukan waktu sekitar dua hingga tiga bulan sebelum kesimpulan akhir dan rekomendasi keselamatan dapat diumumkan kepada publik.

Baca Juga:  Sopir Taksi Green SM Jadi Tersangka Kecelakaan KRL di Bekasi, Polisi Sebut Ada Tidak Pasti Kelalaian

"Kita berharap kalau semuanya lancar antara dua sampai tiga bulan mudah-mudahan bisa kita mengambil kesimpulan (penyebab kecelakaan)," katanya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan masih menunggu hasil penyelidikan resmi KNKT terkait kecelakaan kereta api di Bekasi Timur tersebut. Diketahui, kejadian tabrakan itu menyebabkan 124 korban, terdiri atas 16 korban meninggal dunia, lima korban masih menjalani perawatan, dan 103 korban lainnya telah dipulangkan ke rumah masing-masing.

(Sumber: Antara)

x|close