A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

BPOM Perkuat Pengawasan Produk Dairy di Tengah Lonjakan Konsumsi Susu Global - Ntvnews.id

BPOM Perkuat Pengawasan Produk Dairy di Tengah Lonjakan Konsumsi Susu Global

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Mei 2026, 23:16
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar dalam The 9th Global Dairy Industry Conference (GDIC) Asia 2026, di Singapura, Jumat 22 Mei 2026. ANTARA/HO - BPOM. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar dalam The 9th Global Dairy Industry Conference (GDIC) Asia 2026, di Singapura, Jumat 22 Mei 2026. ANTARA/HO - BPOM. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menilai perlunya optimalisasi pengawasan keamanan pangan dan peningkatan mutu produk dairy di Indonesia sebagai respons terhadap tren konsumsi susu global yang diproyeksikan melampaui satu miliar ton pada 2030.

“Indonesia menghadapi peluang strategis, sekaligus tantangan besar dalam memastikan seluruh produk dairy yang beredar memenuhi standar keamanan, mutu, dan gizi yang tinggi. Untuk itu BPOM menerapkan sistem pengawasan terpadu dari hulu hingga hilir (farm-to-table approach), memperkuat regulasi berbasis risiko, dan mengacu pada standar internasional Codex Alimentarius Commission,” kata Kepala BPOM Taruna Ikrar di Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026.

Saat ini BPOM mengawasi sekitar 9.350 produk dairy yang terdiri atas 7.610 produk domestik dan 1.740 produk impor.

Baca Juga: BPOM Perkuat Pengawasan Vape demi Lindungi Generasi Muda

Pengawasan dilakukan melalui sistem digital berbasis risiko, inspeksi sarana produksi, pengawasan label dan iklan, hingga penindakan terhadap pelanggaran keamanan pangan.

Taruna juga menyoroti peran BPOM dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya melalui pengawasan ketat terhadap produk susu pasteurisasi agar tetap aman dan berkualitas bagi masyarakat, terutama anak-anak.

Selain pengawasan, BPOM juga menekankan pentingnya edukasi kepada konsumen serta pendampingan terhadap pelaku usaha, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pendampingan tersebut dilakukan melalui penerapan Good Manufacturing Practices (GMP), Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), hingga peningkatan literasi mengenai keamanan pangan dan gizi seimbang.

Taruna hadir sebagai pembicara utama dalam “The 9th Global Dairy Industry Conference (GDIC) Asia 2026” yang berlangsung di Singapura pada Selasa, 22 April 2026 hingga Rabu, 23 April 2026.

Baca Juga: BGN dan BPOM Perkuat Pengawasan Keamanan Pangan Program MBG

Konferensi bertema “Seize the Momentum of Dairy Innovation” tersebut diikuti lebih dari 800 peserta dari lebih 10 negara yang berasal dari kalangan regulator, asosiasi industri, produsen makanan dan minuman, penyedia bahan baku, perusahaan pengemasan, hingga investor.

BPOM berharap partisipasi Indonesia dalam forum internasional tersebut dapat semakin memperkuat posisi Indonesia dalam diskusi global terkait keamanan pangan, inovasi produk dairy, dan pengembangan industri pangan berkelanjutan di kawasan Asia.

“Melalui keterlibatan aktif di forum internasional seperti GDIC Asia, Indonesia dapat berkontribusi pada pengembangan praktik terbaik global sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan produk dairy yang aman, sehat, dan bernutrisi,” kata Kepala BPOM Taruna Ikrar.

(Sumber: Antara)

x|close