PM Pakistan Sebut Negosiasi AS-Iran Segera Digelar Lagi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Mei 2026, 06:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi negosiasi damai Iran dan Amerika Serikat dengan mediasi Pakistan. /ANTARA/Anadolu/py. Ilustrasi negosiasi damai Iran dan Amerika Serikat dengan mediasi Pakistan. /ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Ntvnews.id, Islamabad - Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengungkapkan bahwa putaran lanjutan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat.

Melalui unggahannya di platform X pada Minggu, 24 Mei 2026, Sharif menyebut dirinya bersama sejumlah pemimpin negara Muslim dan Amerika Serikat telah melakukan pembicaraan telepon yang dinilainya berjalan positif terkait upaya perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Ia mengisyaratkan bahwa komunikasi tersebut menghasilkan perkembangan yang baik sehingga Pakistan siap kembali menjadi tuan rumah pembicaraan damai antara Washington dan Teheran.

"Saya mengucapkan selamat kepada Presiden Donald Trump atas upaya luar biasanya dalam mewujudkan perdamaian dan atas penyelenggaraan panggilan telepon yang sangat bermanfaat dan produktif hari ini, dengan para pemimpin Arab Saudi, Qatar, Turki, Mesir, Uni Emirat Arab, Yordania, dan Pakistan," tulis Sharif di X.

Baca Juga: Iran Ancam Lawan Blokade AS, Laut Oman Disebut Bisa Jadi “Kuburan” Kapal Amerika

"Pakistan akan melanjutkan upaya perdamaiannya dengan ketulusan maksimal dan kami berharap dapat menjadi tuan rumah putaran pembicaraan berikutnya dalam waktu dekat," lanjut Sharif.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui akun Truth Social menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran sebagian besar telah berhasil dinegosiasikan, termasuk mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz.

Trump mengatakan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) terkait perdamaian kini tinggal menunggu tahap finalisasi dari pihak Amerika Serikat, Iran, serta negara-negara terkait lainnya.

"Selain banyak elemen lain dari kesepakatan tersebut, Selat Hormuz akan dibuka," tulis Trump.

Ilustrasi - Unit-unit angkatan laut dari Iran dan Rusia melakukan simulasi penyelamatan kapal yang dibajak selama latihan angkatan laut gabungan yang diadakan di Pelabuhan Bandar Abbas dekat Selat Hormuz di Hormozgan, Iran, (19/2/2026). (ANTARA/Latih <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Unit-unit angkatan laut dari Iran dan Rusia melakukan simulasi penyelamatan kapal yang dibajak selama latihan angkatan laut gabungan yang diadakan di Pelabuhan Bandar Abbas dekat Selat Hormuz di Hormozgan, Iran, (19/2/2026). (ANTARA/Latih (Antara)

Ia juga mengaku telah berbicara melalui telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membahas perkembangan terbaru tersebut.

"Aspek dan detail akhir dari kesepakatan saat ini sedang dibahas dan akan segera diumumkan," tulisnya lagi.

Di sisi lain, pejabat Iran sebelumnya menyatakan masih terdapat sejumlah perbedaan pandangan antara kedua pihak. Mereka juga menegaskan isu program nuklir Teheran tidak akan dimasukkan dalam agenda pembicaraan.

Baca Juga: Iran Tembak Jatuh Jet Tempur Milik Amerika

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan saat ini memang terdapat “tren menuju pendekatan yang lebih baik”, namun hal itu belum tentu membuat Iran dan Amerika Serikat mencapai kesepakatan pada isu-isu utama.

"Niat kami pertama-tama adalah untuk menyusun nota kesepahaman, semacam perjanjian kerangka kerja yang terdiri dari 14 klausul," katanya di televisi pemerintah.

Baqaei menambahkan bahwa rincian perjanjian akhir diharapkan dapat dirampungkan dalam rentang waktu 30 hingga 60 hari setelah kerangka kerja tersebut selesai disusun.

TERKINI

Gedung 9 Lantai Ambruk, Puluhan Orang Terjebak di Reruntuhan

Luar Negeri Senin, 25 Mei 2026 | 07:30 WIB

Lagi, Pria Tewas Diserang Hiu

Luar Negeri Senin, 25 Mei 2026 | 07:30 WIB

Trump Dikabarkan Depak Netanyahu dari Negosiasi dengan Iran

Luar Negeri Senin, 25 Mei 2026 | 07:00 WIB

Serem! Fenomena Gelombang Panas Tewaskan 16 Orang

Luar Negeri Senin, 25 Mei 2026 | 06:45 WIB

PM Pakistan Sebut Negosiasi AS-Iran Segera Digelar Lagi

Luar Negeri Senin, 25 Mei 2026 | 06:30 WIB
Load More
x|close