Ntvnews.id, Beijing - Kebiasaan berbelanja melalui aplikasi daring seperti Taobao memang menjadi salah satu aktivitas favorit wisatawan saat berkunjung ke China. Namun, aksi belanja sekelompok turis asal Malaysia justru menjadi sorotan karena dinilai merepotkan pihak hotel.
Dilansir dari VNExpress, Senin, 15 Juni 2026, sebuah video yang sempat viral di media sosial memperlihatkan staf hotel di China kewalahan menangani ratusan paket yang dikirim untuk para tamu. Belakangan diketahui, sebanyak 1.200 paket tersebut merupakan pesanan milik satu rombongan wisatawan asal Malaysia.
Dalam rekaman yang diunggah oleh agen perjalanan mereka, terlihat tumpukan paket memenuhi area lobi dan meja resepsionis sebuah hotel di Xi'an. Para pegawai hotel tampak sibuk memilah dan mendistribusikan paket kepada pemilik masing-masing.
Jumlah paket yang sangat banyak membuat proses pengambilan barang menjadi tidak mudah. Dalam video tersebut, salah seorang anggota rombongan bahkan terlihat menggunakan kantong plastik berukuran besar untuk membawa sekitar 50 paket sekaligus ke kamar hotelnya.
Meski video itu kemudian dihapus, reaksi publik terus bermunculan. Banyak warganet di China mengkritik tindakan rombongan wisatawan tersebut karena dianggap tidak memperhatikan beban kerja staf hotel.
Baca Juga: Festival Jakarta Great Sale Resmi Dibuka, Libatkan 104 Pusat Perbelanjaan
"Staf hotel terpaksa bekerja lembur untuk memilah dan memindahkan paket-paket tersebut, membuat mereka kelelahan. Staf bukanlah pengelola paket pribadi Anda," tulis seorang netizen.
Komentar lain menyebut bahwa menerima beberapa paket kiriman di hotel masih dianggap wajar. Namun, jika jumlahnya mencapai lebih dari seribu paket dan memenuhi area resepsionis, hal itu dinilai berlebihan serta dapat mengganggu operasional hotel.
Fenomena wisatawan berbelanja melalui Taobao dan platform serupa memang semakin umum terjadi di China. Banyak pelancong memanfaatkan layanan pengiriman cepat dengan mengarahkan pesanan langsung ke hotel tempat mereka menginap agar bisa memperoleh harga yang lebih murah dan menerima barang pada hari yang sama selama masa perjalanan.
Tren tersebut juga didukung oleh berbagai panduan di internet yang menjelaskan cara mengirimkan pesanan belanja daring ke resepsionis hotel. Namun, kasus rombongan turis Malaysia yang menerima hingga 1.200 paket sekaligus kini memicu perdebatan mengenai batas kewajaran penggunaan fasilitas hotel untuk menampung kiriman belanja dalam jumlah besar.
ilustrasi belanja. (Pixabay)