Bareskrim hingga ESDM Turun Tangan Usut Penyebab Blackout di Sumatera

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Mei 2026, 10:24
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Pedagang menyiapkan minuman untuk pembeli saat pemadaman listrik di Nagari Kasang, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Sabtu (23/5/2026). Pemadaman listrik massal masih terjadi di sejumlah daerah di Sumatera Barat dengan waktu yang bergiliran di masing- Pedagang menyiapkan minuman untuk pembeli saat pemadaman listrik di Nagari Kasang, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Sabtu (23/5/2026). Pemadaman listrik massal masih terjadi di sejumlah daerah di Sumatera Barat dengan waktu yang bergiliran di masing- (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Gangguan listrik massal yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera kini menjadi perhatian serius pemerintah. Setelah menyebabkan aktivitas warga dan ekonomi terganggu pada Jumat (22/5/2026) malam, investigasi besar-besaran mulai dilakukan untuk mengungkap penyebab utama padamnya listrik yang sempat melumpuhkan sejumlah daerah.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama aparat kepolisian bergerak cepat dengan menerjunkan tim investigasi ke lapangan. Fokus utama pemerintah saat ini bukan hanya memulihkan sistem kelistrikan, tetapi juga memastikan insiden serupa tidak kembali terjadi di masa depan.

Kementerian ESDM menyatakan terus menjalin koordinasi intensif dengan PT PLN (Persero) guna menangani gangguan sistem kelistrikan yang berdampak pada sebagian wilayah Sumatera tersebut. Pemerintah menilai pemadaman ini memberi efek luas terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari aktivitas rumah tangga, layanan publik, hingga roda ekonomi di wilayah terdampak.

"Kementerian ESDM sebagai regulator dan pengawas subsektor ketenagalistrikan memberikan perhatian serius terhadap kejadian (blackout) ini. Kami memahami gangguan tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat serta berdampak pada aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah terdampak," kata Wakil Menteri ESDM Yuliot dikutip dari laman Kementerian ESDM, Minggu (24/5/2026).

Pemerintah memastikan investigasi teknis akan dilakukan secara menyeluruh untuk menemukan akar persoalan blackout. Selain mencari penyebab, hasil penyelidikan nantinya akan menjadi dasar penyusunan langkah mitigasi agar sistem kelistrikan Sumatera lebih tangguh menghadapi gangguan serupa.

Baca Juga: Relawan WNI Ungkap Dugaan Kekerasan Saat Ditahan Israel dalam Misi Kemanusiaan Gaza

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Tri Winarno, mengatakan proses evaluasi dan pengawasan terhadap pemulihan listrik masih terus dilakukan. Pemerintah ingin memastikan pasokan energi kembali stabil dan aman digunakan masyarakat.

"Pada tahap awal pasca padam meluas kami telah menerjunkan tim inspektur ketenagalistrikan ke lapangan dan akan diperkuat tim berikutnya untuk melakukan investigasi lebih intensif untuk memastikan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Tentu, kami tak lupa menyampaikan terima kasih kepada masyarakat atas pengertian dan kesabarannya selama proses pemulihan berlangsung," jelas Tri.

Tak hanya investigasi, pemerintah juga menyiapkan penguatan infrastruktur listrik Sumatera sebagai langkah pencegahan jangka panjang. Menteri ESDM disebut telah menginstruksikan peningkatan keandalan jaringan utama (backbone) kelistrikan melalui pembangunan pembangkit dan jaringan transmisi bertegangan tinggi 500 kV hingga 275 kV, termasuk penguatan sistem kelistrikan di setiap provinsi.

Selain itu, PLN juga diarahkan untuk menyiapkan infrastruktur blackstart atau pembangkit khusus yang dapat mempercepat proses pemulihan ketika terjadi gangguan besar.

"Menteri ESDM memberikan arahan kepada kami untuk memastikan percepatan pembangunan pembangkit di wilayah Sumatera bagian barat agar bisa berjalan baik," ujar Tri.

Bareskrim Turun ke Jambi, Selidiki Titik Dugaan Gangguan

Di sisi lain, penyelidikan juga dilakukan oleh kepolisian. Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri mengirim tim ke Kabupaten Muaro Jambi untuk menelusuri dugaan penyebab blackout.

Lokasi yang menjadi fokus pemeriksaan berada di titik sambungan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 175-176 di Desa Tempino, Kecamatan Mestong. Titik tersebut diduga berkaitan dengan gangguan yang memicu pemadaman listrik di sejumlah wilayah Sumatera.

Baca Juga: Warga Cibiru Bandung Tewas Ditusuk saat Konvoi Persib, Ditemukan Bersimbah Darah di Pinggir Jalan

"Tim Direktorat Tipidter Bareskrim Polri menerjunkan tim ke titik putus sambungan Sutet 175-176 Desa Tempino, Mestong, Muara Jambi. Polisi menyelidiki penyebab black out yang terjadi di beberapa wilayah Sumatera," ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Mohammad Irhamni dalam keterangan tertulis, Minggu (24/5/2026).

Tim investigasi kepolisian didampingi personel Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim serta PLN untuk melakukan pemeriksaan langsung di lokasi. Sejumlah barang bukti berupa konduktor yang putus telah diamankan guna dilakukan pengujian lebih lanjut di laboratorium.

"Barang bukti berupa konduktor yang putus dibawa ke Puslabfor Bareskrim dan Litbang PLN untuk diperiksa lebih lanjut," ucapnya.

Meski proses penyelidikan masih berlangsung, kepolisian sementara ini belum menemukan tanda-tanda adanya unsur kesengajaan manusia dalam insiden tersebut.

"Sejauh ini belum ditemukan indikasi kesengajaan manusia dalam putusnya konduktor itu," ucapnya.

x|close