Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) mencatat sebanyak 10.539 calon peserta mendaftar dalam program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 selama periode registrasi 1–21 Mei 2026. Program ini mendapat perhatian besar dengan total kunjungan laman pendaftaran mencapai lebih dari 177 ribu akses.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan bahwa para pendaftar tersebut telah mengunggah berkas melalui portal resmi https://tep.transmigrasi.go.id/ dan tersebar di berbagai perguruan tinggi mitra yang terlibat dalam program.
"Tetapi, yang terdaftar dan meng-upload (mengunggah) berkasnya itu ada 10.539 (pendaftar). Mereka mendaftar di 10 perguruan tinggi mitra," kata Iftitah di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan, masing-masing perguruan tinggi mitra mencatat jumlah pendaftar yang berbeda. Universitas Indonesia (UI) tercatat menerima 1.249 pendaftar, disusul Universitas Gadjah Mada (UGM) 1.187, Universitas Hasanuddin (Unhas) 1.181, Universitas Airlangga (Unair) 1.157, IPB University 1.075, dan Universitas Brawijaya (Unibraw) 1.014.
Sementara itu, Universitas Diponegoro (Undip) mencatat 972 pendaftar, Universitas Padjadjaran (Unpad) 952, Institut Teknologi Bandung (ITB) 872, serta Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) 700 pendaftar.
Baca Juga: Kementrans Gandeng Folago Perkuat UMKM dan Internet di Kawasan Transmigrasi
Program TEP 2026 disebut mengalami perluasan dibanding tahun sebelumnya, termasuk dari sisi kualifikasi peserta. Tahun ini, peserta diwajibkan telah menyelesaikan pendidikan tinggi mulai dari Diploma IV (D4), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3).
Selain itu, program juga dibuka lebih inklusif karena mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di luar kampus mitra dapat ikut serta. Kementrans mencatat total pendaftar berasal dari sekitar 1.900 kampus dalam dan luar negeri.
"Jadi, program Transmigrasi Patriot ini sekarang sangat inklusif, lulusan dari mana pun boleh mendaftar," ucap Iftitah.
Sejumlah kampus luar negeri juga tercatat ikut berpartisipasi, di antaranya University of Melbourne dan Monash University (Australia), National Dong Hwa University dan National Yunlin University of Science and Technology (Taiwan), Sichuan University (China), University of Manchester dan King’s College London (Inggris), Ohio University (Amerika Serikat), serta Kanazawa University (Jepang).
Baca Juga: 10 Ribu Sarjana Berebut Kursi Ekspedisi Patriot 2026 di Kementerian Transmigrasi
Selain itu, Kementrans turut melibatkan universitas di wilayah timur Indonesia seperti Universitas Papua (Unipa), Universitas Yapis Papua (Uniyap), Universitas Cenderawasih (Uncen), Universitas Musamus, IAIN Sorong, dan Universitas Muhammadiyah Sorong (Unamin).
Iftitah menegaskan bahwa program ini diarahkan untuk memperkuat pembangunan daerah transmigrasi melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, termasuk dalam upaya mengurangi kemiskinan di daerah.
"Kami diminta fokus untuk membantu pemerintah daerah menggaet (kerja sama dengan) kampus-kampus agar tidak ada lagi kemiskinan," ujarnya.
(Sumber: Antara)
Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara memberikan keterangan kepada wartawan usai menghadiri Rapat Pleno Hasil Penilaian dan Usulan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 di Jakarta, Selasa (26/5/2026). ANTARA/Uyu Septiyati Liman (Antara)