Ntvnews.id, Washington D.C - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance memberikan apresiasi kepada Paus Leo XIV atas terbitnya ensiklik atau peringatan teologis yang membahas risiko perkembangan kecerdasan buatan (AI) tanpa kendali.
Dalam wawancara melalui sambungan telepon dengan NBC News pada Selasa waktu setempat, Vance mengaku belum membaca keseluruhan dokumen tersebut. Namun, ia telah mempelajari ringkasan dan sejumlah kutipan yang menekankan pentingnya kehati-hatian serta tanggung jawab etis dalam pengembangan teknologi AI.
“Apa yang saya baca terdengar sangat mendalam, dan merupakan jenis hal yang Anda harapkan serta harapkan dari seorang pemimpin gereja,” ujar Vance kepada NBC News, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis, 28 Mei 2026.
Ensiklik pertama Paus sejak menjabat tahun lalu itu berisi peringatan keras terhadap laju kemajuan teknologi yang dinilai tidak terkendali. Dalam dokumen tersebut, Paus Leo XIV menegaskan pentingnya kepedulian yang bertanggung jawab demi melindungi umat manusia.
Baca Juga: Menlu AS Temui Paus Leo XIV di Vatikan, Tegaskan Hal Ini
Dokumen tersebut juga menyoroti bahwa inovasi teknologi tetap perlu berkembang, namun harus dibatasi oleh prinsip moral dan etika guna menjaga martabat manusia serta stabilitas sosial.
Vance, yang dikenal sebagai penganut Katolik sekaligus pendukung perkembangan AI, menilai Gereja Katolik selama ini mampu menyesuaikan ajaran moral dengan tantangan baru akibat perubahan sosial dan teknologi.
“Hal tentang moralitas adalah bahwa prinsip-prinsipnya tidak pernah berubah, tetapi cara Anda menerapkan prinsip-prinsip tersebut berubah, karena dunia berubah,” kata Vance.
Arsip - Paus Leo XIV. (ANTARA/Xinhua/Alberto Lingria/aa.) (Antara)
“Anda memiliki teknologi baru dalam peperangan, jadi Anda harus memperbarui doktrin Perang yang Adil," sambungnya.
Menurut Vance, perubahan cara manusia berinteraksi di era modern juga menuntut pembaruan dalam penerapan ajaran sosial Katolik agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Ia pun meyakini langkah tersebut sedang dilakukan oleh Paus Leo XIV dan menyatakan dukungannya terhadap pendekatan tersebut.
Wakil Presiden AS JD Vance menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers di Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat (1/10/2025). (ANTARA)