Indonesia Jadi Wakil Ketua Aliansi Global Pengentasan Kemiskinan Bentukan China

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Mei 2026, 07:39
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Ahmad Riza Patria berbicara dalam rapat Komite Aliansi Kemitraan Global untuk Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan (Global Partnership for Poverty Alleviation and Development/GPPAD) di Beijing, Rabu (27/6) ANTARA/Desca Lidya Natalia Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Ahmad Riza Patria berbicara dalam rapat Komite Aliansi Kemitraan Global untuk Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan (Global Partnership for Poverty Alleviation and Development/GPPAD) di Beijing, Rabu (27/6) ANTARA/Desca Lidya Natalia (Antara)

Ntvnews.id, Beijing - Indonesia resmi ditunjuk sebagai salah satu Wakil Ketua dalam Aliansi Kemitraan Global untuk Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan atau Global Partnership for Poverty Alleviation and Development (GPPAD) yang diprakarsai oleh China. Penunjukan tersebut disampaikan dalam rapat perdana komite aliansi yang digelar di Beijing, Rabu, 26 Mei 2026.

Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI Ahmad Riza Patria mengatakan Indonesia memiliki komitmen kuat dalam memperkuat pembangunan inklusif bersama negara-negara lain. “Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk menyampaikan sudut pandang pemikiran Indonesia mengenai pemberantasan kemiskinan dan kami juga mempunyai keresahan yang sama untuk memperkuat pembangunan inklusif bersama-sama dengan China dan negara lainnya,” kata Riza Patria.

Dalam struktur kepengurusan GPPAD, Indonesia mendampingi China bersama Pantai Gading, Brasil, Pakistan, Afrika Selatan, dan Uzbekistan sebagai wakil ketua. Sementara posisi ketua dipegang China yang diwakili Menteri Pertanian dan Urusan Pedesaan China Zhang Lu. Riza menegaskan pembangunan desa menjadi fokus utama Indonesia dalam upaya mengurangi angka kemiskinan nasional.

“Indonesia meyakini bahwa pembangunan juga harus dimulai dari desa karena desa adalah pusat produksi pangan, ekonomi, lokal, dan keuangan jutaan masyarakat. Karena itu pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memperkuat pembangunan infrastruktur, layanan dasar, ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat di desa,” katanya.

Ia juga memaparkan sejumlah program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendukung pembangunan desa dan penguatan ekonomi masyarakat. Program tersebut di antaranya pembentukan 83 ribu koperasi desa, pembangunan 5 ribu kampung nelayan merah putih, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga program makan bergizi gratis bagi 60 juta siswa.

Baca Juga: Mendes Yandri: Pengelolaan Potensi Desa Bisa Tekan Angka Kemiskinan

“Melalui forum ini, Indonesia menyambut baik setiap kerja sama dan akan berkontribusi aktif dalam inisiatif yang terkandung. Bersama kita bekerja sama, bersolidaritas, melakukan pembangunan yang berpusat kepada masyarakat,” ujarnya.

Kepada ANTARA, Riza menyebut Indonesia juga ingin mempelajari pengalaman negara lain, termasuk China, dalam pengentasan kemiskinan.

“Tidak hanya soal program, tapi juga bagaimana hal prosedural, sistem administrasi dan juga implementasi di lapangan yang bisa kita pelajari jadi bisa bekerja sama dengan dengan pengalaman panjang China,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri China Liu Guozhong dalam sidang pleno menegaskan pentingnya konsensus global untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dunia.

Baca Juga: Prabowo: Pengangguran dan Kemiskinan Turun pada 2027

“China akan secara aktif mendukung GPPAD dalam memainkan perannya untuk memperkuat dialog kebijakan, demonstrasi teknis, dan pelatihan bakat, serta melaksanakan sejumlah proyek kerja sama ‘kecil tapi berdampak’ untuk membantu negara-negara berkembang meningkatkan kapasitas pengentasan kemiskinan mereka,” kata Liu.

Menurut data yang disampaikan Liu, sekitar 800 juta orang di dunia masih hidup di bawah garis kemiskinan internasional pada 2025 dengan tingkat kemiskinan mencapai 9,9 persen. GPPAD sendiri dibentuk atas prakarsa China bersama 53 negara dan sembilan organisasi internasional untuk memperkuat kerja sama global dalam pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.

(Sumber: Antara)

x|close