DLH DKI: Gerakan Pilah Sampah Dapat Respons Positif Masyarakat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Mei 2026, 16:01
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Tumpukan sampah di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan. Ilustrasi - Tumpukan sampah di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan. (NTVNews.id)

Ntvnews.id, Jakarta - Program Gerakan Pilah Sampah yang dijalankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menunjukkan hasil positif. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyebut masyarakat mulai aktif menerapkan kebiasaan memilah sampah dari rumah tangga hingga lingkungan permukiman.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi Asikin mengatakan antusiasme warga terlihat setelah Deklarasi Gerakan Pemilahan Sampah dari Sumber yang digelar pada 10 Mei 2026.

"Respons masyarakat sejauh ini cukup positif. Pasca Deklarasi Gerakan Pemilahan Sampah dari Sumber pada 10 Mei 2026," ucap Dudi dalam keterangannya, Kamis, 28 Mei 2026.

Baca Juga: Danantara Umumkan 85 Calon Mitra Pengolahan Sampah Jadi Listrik, Mayoritas dari China

Menurutnya, gerakan pilah sampah ini menjadi langkah penting dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih baik di Jakarta. Pemilahan sampah sejak dari rumah dinilai dapat membantu mengurangi volume sampah tercampur yang selama ini menumpuk di tempat pembuangan akhir.

Untuk memperkuat program tersebut, DLH DKI Jakarta juga melibatkan berbagai unsur masyarakat seperti kader PKK, Dasawisma, hingga Jumantik dalam kegiatan edukasi langsung kepada warga.

Baca Juga: Soal Pembangkit Listrik Tenaga Sampah, Ini Rencana Pramono

Pendampingan dilakukan dengan memberikan pemahaman mengenai cara memilah sampah organik dan anorganik serta pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan di lingkungan sekitar.

Selain edukasi pemilahan sampah, pengelolaan sampah organik juga mulai diperkuat melalui berbagai metode ramah lingkungan seperti komposting, biopori, biokonversi maggot BSF, ecoenzym, hingga Teba modern.

"Selain itu, pengelolaan sampah organik juga mulai diperkuat melalui komposting, biopori, biokonversi maggot BSF, ecoenzym, dan Teba modern," ungkapnya.

x|close