IRGC Iran Sebut 23 Kapal Melintasi Selat Hormuz di Bawah Pengawasan Mereka

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Mei 2026, 19:01
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Foto yang dirilis pada 21 Juli 2019 ini menunjukkan kapal tanker minyak Inggris Stena Impero dikelilingi oleh perahu cepat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Xinhua/HO ISNA/Morteza Akhoundi Foto yang dirilis pada 21 Juli 2019 ini menunjukkan kapal tanker minyak Inggris Stena Impero dikelilingi oleh perahu cepat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Xinhua/HO ISNA/Morteza Akhoundi (Antara)

Ntvnews.id, Teheran - Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan sebanyak 23 kapal berhasil melintasi Selat Hormuz dalam kurun 24 jam terakhir setelah memperoleh izin dari pasukan Iran.

Dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan media IRGC, Sepah News, dikutip Kamis, 28 Mei 2026, kapal-kapal tersebut terdiri atas kapal tanker minyak, kapal kontainer, serta kapal komersial lain yang melintas melalui koordinasi dan pengawasan langsung dari pasukan IRGC.

Baca Juga: Jika Konflik Berlanjut, IRGC Iran Ancam Gunakan 'Senjata' Baru

Angkatan Laut IRGC menegaskan bahwa Iran terus menjalankan sistem pengendalian yang disebut sebagai kendali pintar secara berkelanjutan di kawasan Selat Hormuz. "Agresi dan niat jahat pasukan teroris AS merupakan penyebab utama ketidakamanan di Teluk Persia," imbuh AL tersebut.

Iran mulai memperketat pengawasan terhadap Selat Hormuz sejak 28 Februari, setelah melarang kapal yang dimiliki atau berafiliasi dengan Amerika Serikat dan Israel melintas secara aman di jalur perairan strategis tersebut. Kebijakan itu diambil setelah serangan gabungan AS dan Israel terhadap wilayah Iran.

Baca Juga: IRGC Sebut 31 Kapal Melintas di Selat Hormuz dalam 24 Jam Terakhir

Di sisi lain, Amerika Serikat juga menerapkan blokade laut di kawasan Selat Hormuz. Langkah tersebut menyebabkan kapal-kapal yang menuju maupun keluar dari pelabuhan Iran mengalami hambatan untuk melintasi jalur pelayaran internasional tersebut.

Ketegangan yang terus meningkat di kawasan Teluk Persia membuat Selat Hormuz kembali menjadi perhatian dunia karena jalur tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi minyak dan energi global.

(Sumber: Antara)

x|close