A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

PBB Dukung Peringatan Paus Leo XIV Soal Bahaya AI - Ntvnews.id

PBB Dukung Peringatan Paus Leo XIV Soal Bahaya AI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Mei 2026, 07:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Paus Leo XIV. ANTARA/Anadolu/py/pri. Paus Leo XIV. ANTARA/Anadolu/py/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Vatika Kepala Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan dukungan terhadap manifesto Paus Leo XIV yang menyoroti potensi risiko besar dari perkembangan kecerdasan buatan (AI). Dukungan tersebut muncul di tengah percepatan persaingan teknologi global yang dinilai dapat mengancam nilai-nilai kemanusiaan.

Melalui surat ensiklik berjudul Magnifica Humanitas (Kemanusiaan yang Agung) yang dirilis pada Senin (25/5), Paus pertama asal Amerika Serikat itu memaparkan sejumlah batasan penting untuk mengurangi dampak negatif teknologi terhadap kehidupan modern.

Dalam dokumen tersebut, ia secara tegas mengingatkan bahaya dari "perlombaan algoritma yang semakin kuat dan kumpulan data yang lebih besar, yang didorong oleh keinginan untuk mengamankan dominasi geopolitik atau komersial."

Komisaris Tinggi PBB untuk HAM, Volker Turk, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif tersebut dan menyebutnya sebagai seruan penting dalam menjaga martabat serta keadilan di era AI.

"Kompas kita harus tetap pada kemanusiaan kita bersama," tegas Turk.

Baca Juga: Menlu AS Dijadwalkan ke Vatikan di Tengah Memanasnya Hubungan Trump dan Paus Leo XIV

Dalam ensikliknya, Paus Leo XIV juga menegaskan bahwa AI harus dilepaskan dari kecenderungan yang menjadikannya alat dominasi, eksklusi, maupun kekerasan.

Ia juga menyoroti penggunaan teknologi dalam sektor militer, dengan menegaskan bahwa keputusan yang menyangkut nyawa manusia tidak boleh diserahkan kepada mesin.

Oleh karena itu, ia menyerukan upaya untuk menghapus penggunaan AI dalam fungsi militer agar teknologi tersebut tidak terjebak dalam logika persaingan senjata.

Paus juga menilai bahwa konsep "perang yang adil" yang belakangan dikaitkan dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump sudah "ketinggalan jaman," serta menegaskan "tidak ada algoritma yang dapat membuat perang dapat diterima secara moral."

Meski kritis terhadap perkembangan tersebut, Vatikan menegaskan bahwa sikap tersebut bukanlah bentuk penolakan terhadap kemajuan teknologi.

"Melucuti senjata tidak berarti menolak teknologi, melainkan mencegahnya mendominasi umat manusia," tulis Paus Leo XIV dalam ensikliknya.

Paus Leo XIV, Kepala Negara Vatikan, memberikan pidato di Aula Cihannuma, Perpustakaan Nasional Kepresidenan, usai pertemuan Masyarakat Sipil dan Delegasi Diplomatik yang diadakan di Ankara, Turki pada 27 November 2025. ANTARA/Do?ukan Keskink?l?&ccedil;/Ana <b>(Antara)</b> Paus Leo XIV, Kepala Negara Vatikan, memberikan pidato di Aula Cihannuma, Perpustakaan Nasional Kepresidenan, usai pertemuan Masyarakat Sipil dan Delegasi Diplomatik yang diadakan di Ankara, Turki pada 27 November 2025. ANTARA/Do?ukan Keskink?l?ç/Ana (Antara)

Pandangan itu juga sejalan dengan prinsip PBB terkait arah perkembangan teknologi digital. Volker Turk kembali menegaskan bahwa teknologi harus tetap berada dalam kendali nilai kemanusiaan.

"Teknologi harus melayani manusia, bukan menggantikan atau mengendalikan mereka," pungkas Turk.

Peluncuran manifesto ini turut dihadiri para pakar teknologi, termasuk Christopher Olah, salah satu pendiri perusahaan AI asal Amerika Serikat, Anthropic.

Kehadiran Olah menjadi sorotan karena perusahaannya tengah menghadapi perdebatan hukum terkait penolakan pengembangan teknologi untuk sistem senjata otonom dan pengawasan massal.

Baca Juga: Trump Tolak Minta Maaf ke Paus Leo XIV

Di hadapan otoritas Vatikan, Olah juga mengakui adanya dilema etika dalam industri AI yang kerap dipengaruhi oleh tekanan kepentingan bisnis dan kebijakan.

Menanggapi hal itu, Paus menyatakan terbuka untuk bekerja sama, berdialog, dan mencari solusi bersama demi masa depan umat manusia.

Kolaborasi antara PBB dan Vatikan ini dinilai semakin penting seiring pesatnya pertumbuhan industri AI secara global.

Berdasarkan proyeksi PBB, nilai pasar kecerdasan buatan diperkirakan dapat mencapai US$4,8 triliun pada 2033, meningkat sekitar 25 kali lipat dalam satu dekade.

x|close