Netanyahu Perintahkan Militer Rebut 70 Persen Wilayah Gaza

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Mei 2026, 05:20
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu. (Xinhua) Arsip - Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu. (Xinhua) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali memicu ketegangan di Timur Tengah setelah memerintahkan militer Israel untuk memperluas penguasaan wilayah di Jalur Gaza hingga mencapai 70 persen.

Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu saat menghadiri forum pada Kamis, 28 Mei 2026 waktu setempat. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa operasi militer Israel terhadap Hamas akan terus diperluas secara bertahap.

"Sekarang kita telah menguasai 60 persen wilayah Jalur Gaza. Sebelumnya kita berada di 50 persen, lalu kita naik ke 60 persen. Arahan saya adalah untuk bergerak maju secara bertahap, pertama-tama hingga 70 persen. Mari kita mulai dari situ," ucapnya, dikutip dari India Today, Jumat, 29 Mei 2026.

Baca Juga: Idul Adha di Al Aqsa Berlangsung di Tengah Bayang Konflik Gaza

Pernyataan itu langsung disambut sorakan peserta konferensi yang menyerukan agar Israel merebut seluruh wilayah Gaza.

Langkah terbaru Israel ini dinilai sebagai eskalasi besar di tengah perang berkepanjangan yang telah memicu krisis kemanusiaan serius dan membuat hampir seluruh warga Gaza kehilangan tempat tinggal.

Baca Juga: Terungkap! PM Israel Benjamin Netanyahu Idap Kanker Prostat, Bagaimana Kondisinya?

Meski gencatan senjata antara Israel dan Hamas masih berlangsung, pasukan Israel disebut tetap memperluas kontrol militernya di sejumlah wilayah strategis Gaza.

Berdasarkan peta militer Israel yang dibagikan kepada lembaga bantuan internasional pada akhir April, pasukan Israel telah menguasai sekitar 64 persen wilayah Gaza.

Jika target penguasaan 70 persen benar-benar tercapai, jutaan warga Palestina diperkirakan akan semakin terdesak ke wilayah pesisir sempit yang telah hancur akibat perang dan serangan udara.

Sebagian besar infrastruktur di Gaza kini rusak parah setelah berbulan-bulan dilanda bombardir, serangan darat, dan pertempuran bersenjata.

x|close