Warga Teheran Dukung Pemerintah Lewat aksi Turun ke Jalan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Mei 2026, 14:26
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
Warga menghadiri unjuk rasa di Teheran, Iran, 8 April 2026. ANTARA/Xinhua/Shadati Warga menghadiri unjuk rasa di Teheran, Iran, 8 April 2026. ANTARA/Xinhua/Shadati (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Warga Teheran turun ke alun-alun pusat ibu kota Iran selama hampir 90 hari sejak AS dan Israel melakukan serangan terhadap Iran, sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah di tengah perundingan yang masih berlangsung.

"Kami turun ke jalan untuk mendukung pemerintah dan angkatan bersenjata kami. Ya, gencatan senjata telah diumumkan, tetapi sampai ancaman perang bagi negara kami benar-benar hilang, kami akan tetap berada di alun-alun," kata Fatima Rahmani, salah satu demonstran, kepada RIA Novosti.

Puluhan keluarga berkumpul di Lapangan Valiasr di pusat Teheran. Para peserta protes harian mengibarkan bendera nasional dan simbol gerakan Syiah Lebanon, Hizbullah, serta meneriakkan slogan-slogan anti-Amerika dan anti-Israel.

Acara serupa juga berlangsung di lokasi-lokasi penting lainnya di kota ini.

Warga juga mendirikan tenda-tenda di sepanjang jalan lingkar: di beberapa tenda, para teolog memberikan ceramah, sementara di tenda lainnya, warga yang proaktif menyajikan teh untuk semua orang atau menggambar kartun tentang AS dan Israel dalam konteks konfrontasi saat ini.

 

Di fasad sebuah bangunan, pemerintah setempat memasang poster yang menggambarkan wajah seorang pria yang menyerupai Presiden AS Donald Trump. Bibir tokoh yang digambarkan pada spanduk tersebut secara simbolis "tertutup" oleh Selat Hormuz.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu mulai 7 April, namun pembicaraan selanjutnya di Islamabad berakhir tanpa hasil, dan Amerika Serikat memulai blokade pelabuhan Iran.

Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang penghentian permusuhan untuk memberi Iran waktu mengajukan proposal perdamaian.

ANTARA

x|close