Ntvnews.id, Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa keamanan nasional Rusia akan tetap terjamin meskipun serangan balasan Ukraina terhadap sejumlah wilayah Rusia terus meningkat di tengah konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.
Pernyataan tersebut disampaikan Putin saat menghadiri kongres partai penguasa, United Russia, pada Minggu, 28 Juni 2026. Dalam kesempatan itu, ia mengakui bahwa Rusia saat ini menghadapi berbagai tantangan keamanan, namun menegaskan pemerintah memiliki kemampuan untuk mengendalikan situasi.
"Ya, kami melihat berbagai persoalan, kami menyadarinya dan sedang meresponsnya. Namun, kami tentu akan memastikan keamanan negara dan warga kami, serta menjaga keutuhan perbatasan Rusia," kata Putin mengutip AFP, Senin, 29 Juni 2026.
Putin juga menyatakan keyakinannya bahwa Rusia mampu menghadapi seluruh tantangan yang muncul selama konflik dengan Ukraina masih berlangsung.
"Kami tanpa ragu akan mengatasi seluruh tantangan yang kami hadapi saat ini, termasuk serangan teroris terhadap wilayah dan fasilitas infrastruktur kami," ujarnya.
Pernyataan Presiden Rusia tersebut muncul di tengah meningkatnya serangan Ukraina terhadap sejumlah target di wilayah Rusia sebagai respons atas invasi yang dilancarkan Moskow sejak 2022, yang kemudian berkembang menjadi konflik berkepanjangan.
Ukraina bahkan dilaporkan melancarkan serangan terhadap dua kilang minyak besar di Rusia dalam beberapa waktu terakhir.
Asap mengepul di kota setelah serangan pesawat tak berawak dan rudal Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kyiv, Ukraina 28 September 2025. (Reuters)
Dalam beberapa bulan terakhir, Kyiv juga meningkatkan intensitas serangan menggunakan pesawat nirawak jarak jauh serta operasi terhadap fasilitas militer dan infrastruktur strategis Rusia. Serangan-serangan tersebut disebut bertujuan untuk melemahkan kemampuan logistik dan militer Moskow, sekaligus memberikan tekanan di dalam negeri Rusia.
Di sisi lain, Rusia terus melancarkan serangan rudal dan drone ke berbagai kota di Ukraina. Pertempuran di garis depan masih berlangsung sengit, dengan kedua belah pihak terus meningkatkan operasi militer tanpa adanya tanda-tanda bahwa konflik akan segera berakhir.
Di tengah meningkatnya eskalasi konflik, Kremlin berulang kali menegaskan komitmennya untuk memperkuat sistem keamanan di wilayah Rusia, terutama setelah sejumlah serangan yang menargetkan fasilitas infrastruktur serta kawasan perbatasan dalam beberapa waktu terakhir.
Presiden Rusia Vladimir Putin (President of Rusia)