Menhan AS Khawatir dengan Peningkatan Kekuatan Militer China

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Mei 2026, 10:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth. (ANTARA/Anadolu) Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth. (ANTARA/Anadolu) (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap pesatnya pembangunan kekuatan militer China di kawasan Asia dalam beberapa tahun terakhir. Namun, ia menegaskan bahwa Washington tetap mengedepankan hubungan yang dilandasi rasa saling menghormati demi menjaga stabilitas regional.

Pernyataan tersebut disampaikan Hegseth saat berpidato dalam forum pertahanan yang mempertemukan para pejabat militer dan keamanan tingkat tinggi di Singapura pada Jumat, 29 Mei 2026.

"Saat kita melihat ke seluruh kawasan saat ini, ada kekhawatiran yang beralasan mengenai pembangunan militer besar-besaran China sepanjang sejarah di kawasan dan sekitarnya," kata Hegseth, seperti dikutip dari AFP, Minggu, 31 Mei 2026.

Menurutnya, Amerika Serikat berupaya mempertahankan keseimbangan kekuatan yang stabil di Asia demi melindungi kepentingan nasionalnya serta keamanan negara-negara sekutu. Ia menekankan bahwa keseimbangan tersebut penting agar tidak ada satu negara pun yang dapat mendominasi kawasan atau mengancam perdamaian regional.

Baca Juga: Konflik AS–China di Taiwan Dinilai Berisiko Picu Eskalasi Nuklir

"Washington tidak mencari konfrontasi yang tidak perlu di kawasan ini, melainkan keseimbangan yang benar-benar stabil [di Asia] yang menguntungkan bagi Amerika Serikat maupun sekutu-sekutu kami," katanya.

Pidato Hegseth kali ini dinilai berbeda dibandingkan tahun sebelumnya yang lebih bernuansa konfrontatif terhadap Beijing. Dalam forum yang dihadiri perwakilan pertahanan dari 45 negara tersebut, Amerika Serikat mengirim delegasi besar yang dipimpin langsung oleh Hegseth.

Sementara itu, China kembali tidak mengutus Menteri Pertahanannya, Dong Jun, untuk menghadiri forum tersebut selama dua tahun berturut-turut. Beijing hanya mengirimkan sejumlah akademisi dan pakar militer sebagai perwakilan.

Hegseth mengatakan Amerika Serikat tetap berupaya membangun hubungan yang konstruktif dengan China berdasarkan prinsip saling menghormati dan niat baik. Ia juga mengaku berharap dapat bertemu langsung dengan Dong Jun dalam kesempatan lain.

Logo Pentagon, markas pertahanan Amerika Serikat  <b>((Antara))</b> Logo Pentagon, markas pertahanan Amerika Serikat ((Antara))

"Saya berharap rekan sejawat saya ada di sini di konferensi ini, tetapi saya menantikan pilihan lain ketika kami dapat saling bertemu," kata Hegseth.

Pertemuan itu berlangsung tidak lama setelah Presiden AS, Donald Trump, melakukan kunjungan ke China untuk membahas kerja sama perdagangan antara kedua negara. Setelah kunjungan tersebut, Trump sempat memberi sinyal bahwa penjualan senjata ke Taiwan dapat dijadikan salah satu instrumen negosiasi dengan Beijing.

Meski demikian, Hegseth menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada perubahan dalam kebijakan Washington terkait Taiwan. Ia menambahkan bahwa keputusan mengenai kemungkinan penjualan senjata di masa mendatang sepenuhnya akan menjadi kewenangan Presiden Trump.

Pernyataan tersebut mencerminkan upaya Amerika Serikat untuk tetap menjaga keseimbangan antara persaingan strategis dengan China dan kebutuhan mempertahankan stabilitas kawasan Asia-Pasifik yang semakin menjadi pusat perhatian geopolitik dunia.

TERKINI

Polda Metro Jaya Buka Posko Pengaduan Korban Penipuan Umrah

Nasional Minggu, 31 Mei 2026 | 11:05 WIB

Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh

Luar Negeri Minggu, 31 Mei 2026 | 10:45 WIB

Israel Putus Hubungan dengan Sekjen PBB Usai Masuk Daftar Hitam

Luar Negeri Minggu, 31 Mei 2026 | 10:35 WIB

Drone Milik Rusia Jatuh di Rumania, Ini Reaksi NATO

Luar Negeri Minggu, 31 Mei 2026 | 10:25 WIB

Hasil Pemeriksaan Medis Trump, Dokter Anjurkan Diet

Luar Negeri Minggu, 31 Mei 2026 | 10:20 WIB
Load More
x|close