Vietnam Akan Bebaskan Hampir 10.000 Narapidana Bulan Depan, Ada Apa?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Mei 2026, 10:40
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Ilustrasi Penjara Ilustrasi Penjara

Ntvnews.id, Hanoi - Pemerintah Vietnam mengumumkan rencana pembebasan hampir 10.000 narapidana, termasuk sejumlah warga negara asing, sebagai bagian dari peringatan atas pelaksanaan pemilihan parlemen yang baru berlangsung.

Dilansir dari AFP, Minggu, 31 Mei 2026, angkah pemberian amnesti semacam ini bukan hal baru di negara tersebut. Vietnam kerap membebaskan tahanan menjelang atau setelah perayaan penting nasional. Tahun lalu, negara komunis itu juga membebaskan lebih dari 22.000 narapidana dalam rangka memperingati 50 tahun jatuhnya Saigon dan 80 tahun deklarasi kemerdekaan Vietnam.

Berdasarkan dokumen yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Partai Komunis sekaligus Presiden Vietnam, To Lam, pembebasan kali ini dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang dan mencakup 9.950 tahanan sebagai bagian dari program amnesti tahun 2026.

Wakil Menteri Keamanan Publik Vietnam, Le Van Tuyen, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut berkaitan dengan momentum politik penting yang baru saja berlangsung di negara itu.

"keberhasilan Kongres Partai Komunis (lima tahunan) dan pemilihan Majelis Nasional", kata Le Van Tuyen dalam konferensi pers.

Baca Juga: MA Pangkas Vonis Mantan Bupati Lombok Barat Zaini Arony Jadi Lima Tahun Penjara

Pada Maret lalu, Vietnam menggelar pemilihan anggota Majelis Nasional, lembaga legislatif tertinggi yang memiliki fungsi meratifikasi berbagai keputusan yang diambil Partai Komunis sebagai partai yang berkuasa.

Dari total narapidana yang akan dibebaskan, sebanyak 63 orang merupakan warga negara asing yang terdiri atas 56 pria dan tujuh perempuan.

"dari berbagai kewarganegaraan," kata Tuyen tanpa memberikan rincian lebih lanjut mengenai asal negara mereka.

Meski demikian, tidak semua tahanan memenuhi syarat untuk memperoleh amnesti. Berdasarkan ketentuan hukum Vietnam, narapidana yang dijatuhi hukuman atas kasus yang berkaitan dengan upaya menggulingkan pemerintahan atau tindak terorisme tidak termasuk dalam program pembebasan tersebut.

Presiden Vietnam sekaligus Sekjen Partai Komunis Vietnam To Lam (kiri) dan istrinya, Ngo Phu'o'ng Ly, melambaikan tangan sebelum meninggalkan Indonesia di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (11/3/2025). (ANTARA FOTO/Galih Pra <b>(Antara)</b> Presiden Vietnam sekaligus Sekjen Partai Komunis Vietnam To Lam (kiri) dan istrinya, Ngo Phu'o'ng Ly, melambaikan tangan sebelum meninggalkan Indonesia di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (11/3/2025). (ANTARA FOTO/Galih Pra (Antara)

Sebelum amnesti terbaru ini, Vietnam tercatat telah membebaskan sekitar 118.000 tahanan melalui berbagai program serupa. Sementara itu, data dari Kementerian Keamanan Publik menunjukkan lebih dari 190.000 narapidana saat ini masih menjalani masa hukuman di berbagai lembaga pemasyarakatan di seluruh wilayah Vietnam.

Program amnesti tersebut menjadi bagian dari kebijakan rutin pemerintah Vietnam yang sering dikaitkan dengan peristiwa-peristiwa nasional penting, baik dalam bidang politik maupun peringatan sejarah negara tersebut. Dengan pembebasan hampir 10.000 narapidana pada Juni mendatang, pemerintah berharap kebijakan itu dapat menjadi simbol rekonsiliasi sekaligus penanda momentum politik yang dianggap penting bagi negara.

TERKINI

Polda Metro Jaya Buka Posko Pengaduan Korban Penipuan Umrah

Nasional Minggu, 31 Mei 2026 | 11:05 WIB

Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh

Luar Negeri Minggu, 31 Mei 2026 | 10:45 WIB

Israel Putus Hubungan dengan Sekjen PBB Usai Masuk Daftar Hitam

Luar Negeri Minggu, 31 Mei 2026 | 10:35 WIB

Drone Milik Rusia Jatuh di Rumania, Ini Reaksi NATO

Luar Negeri Minggu, 31 Mei 2026 | 10:25 WIB

Hasil Pemeriksaan Medis Trump, Dokter Anjurkan Diet

Luar Negeri Minggu, 31 Mei 2026 | 10:20 WIB
Load More
x|close